
Di tengah dinamika harga komoditas dan pemulihan produksi, AMMN dinilai siap melompat ke babak laba yang belum pernah terjadi sebelumnya. Peningkatan produksi tambang dan percepatan operasional smelter menjadi pendorong utama, memperkuat posisi AMMN di 2026. Cetro Trading Insight menilai momentum ini bisa mengubah arah laba perseroan secara signifikan.
Proyeksi yang dirilis menjelaskan lonjakan produksi tembaga dalam konsentrat sebesar 124 persen secara tahunan pada 2026, sedangkan produksi emas diperkirakan melonjak 565 persen. analisa harga emas menunjukkan volatilitas logam mulia tetap tinggi namun didorong oleh permintaan industri, sehingga margin smelter AMMN berpotensi meningkat. Kenaikan kapasitas mill throughput dan transisi Batu Hijau ke Fase 8 yang memiliki kadar bijih lebih tinggi memperkuat ekspektasi tersebut.
Di tengah jalannya proses, rekomendasi beli dari UOB Kay Hian menambah kepercayaan pasar. Array indikator kinerja industri dan dinamika harga komoditas menunjukkan sinyal positif bagi investor. Cetro Trading Insight menilai potensi AMMN tetap menarik meski volatilitas global masih ada.
Karier produksi AMMN pada kuartal I 2026 menunjukkan progres yang solid. Perusahaan mencatat produksi 167.792 dmt konsentrat tembaga dan 27.670 ton katoda tembaga, naik signifikan dibanding periode serupa tahun lalu. Produksi konsentrat tembaga melonjak sekitar 110 persen, menandakan efisiensi proses dan peningkatan kapasitas.
Penjualan katoda tembaga tercatat 28.764 ton pada tiga bulan pertama tahun ini, sementara ekspor konsentrat tembaga mencapai 181.366 dmt dari total kuota ekspor 480.000 dmt yang diberikan pada Oktober lalu. AMMN memperkirakan tidak menggunakan seluruh kuota tersebut dan sebagian volume dialihkan untuk mendukung peningkatan kapasitas smelter domestik. Pengujian smelter tembaga dan fasilitas pemurnian logam mulia masih berlangsung dan ditarget rampung pada Juli 2026.
Untuk 2026, perusahaan menargetkan produksi konsentrat sekitar 900.000 dmt, termasuk tembaga sekitar 220.000 ton. Pelaksanaan rencana ini diharapkan memberi dasar kuat bagi kinerja keuangan yang lebih stabil meski ada risiko operasional. Array indikator menunjukkan bahwa tren positif pasar tetap bertahan.
Beberapa faktor risiko perlu dicermati, seperti potensi keterlambatan peningkatan kapasitas smelter dibandingkan dengan ekspektasi serta kemungkinan harga jual emas yang lebih rendah dari proyeksi. Perubahan kebijakan regulasi juga dapat mempengaruhi biaya produksi dan margin AMMN.
Maybank Sekuritas Indonesia memangkas proyeksi laba AMMN hingga 2026 hingga sekitar 28 persen dan menurunkan target harga, namun tetap mempertahankan rekomendasi beli. Sementara UOB Kay Hian memberi rekomendasi beli dengan target Rp7.000 per unit, menggarisbawahi potensi upside besar dari fundamental perusahaan. MSCI menghapus AMMN dari indeks standar global juga bisa mempengaruhi aliran dana institusional.
Dari sudut teknikal dan fundamental, sinyal trading menunjukkan potensi beli asalkan open tp sl memenuhi rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5. open 3190, tp 7000, sl 2900. analisa harga emas tetap menjadi faktor penting karena pergerakannya cenderung mengikuti dinamika harga komoditas utama. Array data pasar memperlihatkan konsistensi tren positif meski tantangan eksternal masih ada.