Brent Turun di Bawah $90 per Barel Seiring Ketegangan AS-Iran dan Pembatasan Pasokan Distilat

trading sekarang

Analisis dari ING, Warren Patterson dan Ewa Manthey, menunjukkan bahwa harga minyak mentah mengalami koreksi meskipun ketegangan antara AS dan Iran tetap tinggi. Brent ICE berakhir lebih rendah, menembus kembali di bawah US$90 per barel. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi faktor geopolitik meskipun risiko masih ada.

Para analis menyoroti tanda-tanda peningkatan aliran minyak melalui Teluk Persia, terutama melalui Selat Hormuz dan jaringan pipa. Meski aliran meningkat, pasar tetap dicekam oleh ketatnya pasar distilat dan pembahasan kebijakan yang membatasi sumber daya sehingga tekanan harga tetap terjaga.

Data menunjukkan bahwa sekitar 13 juta barel per hari minyak keluar dari Teluk Persia, dengan separuhnya lewat Selat Hormuz dan separuh lagi melalui jalur pipa untuk melewati jalur tersebut. Ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor utama yang mengatur arah harga di jangka pendek.

Selama beberapa hari terakhir, data pelacakan kapal menunjukkan bahwa tonase tanker yang melintas melalui Hormuz sedikit meningkat, meski perubahan tidak besar. Hal ini mencerminkan upaya menjaga aliran minyak tetap berjalan meskipun risiko geopolitik tetap ada.

AS juga menegaskan bahwa setelah pelepasan cadangan strategis (SPR) sebesar 172 juta barel selesai, tidak ada pelepasan tambahan yang direncanakan lagi pada saat ini. SPR saat ini mendekati level sekitar 308 juta barel, dengan kekhawatiran mengenai kapasitas operasional minimum yang dapat dipertahankan.

Selain itu, Rusia memperpanjang larangan ekspor diesel hingga 1 September, menjadikannya penyangga utama pasokan distilat global. Rusia tetap menjadi eksportir diesel kedua terbesar, dengan kiriman lebih dari 700 ribu barel per hari pada 2025.

Ikatan antara dinamika pasokan dan ketegangan geopolitik membuat pasar minyak tetap rapuh terhadap berita baru. Meskipun Brent turun, volatilitas harga bisa meningkat jika ketegangan saat ini kembali naik atau jika aliran pasokan berubah secara signifikan.

Prospek harga akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan cadangan energi AS dan keputusan Rusia mengenai ekspor distilat. Kedua faktor tersebut membentuk kerangka volatilitas harga minyak dalam beberapa minggu ke depan.

Secara teknikal, informasi yang tersedia dalam laporan ini belum cukup untuk mengarahkan sinyal perdagangan yang jelas. Karena itu, tidak ada rekomendasi posisi beli atau jual saat ini, dan sinyal dinyatakan sebagai 'no'.

banner footer