Dolar Mundur dari Puncak Dua Bulan Sambil Pasar Menunggu CPI, PPI, dan Keputusan ECB

Dolar Mundur dari Puncak Dua Bulan Sambil Pasar Menunggu CPI, PPI, dan Keputusan ECB

Signal EUR/USDBUY
Open1.155
TP1.185
SL1.135
trading sekarang

Indeks dolar AS melemah dari level tertinggi dua bulan dan turun ke sekitar 99,85 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa, menyusul meredanya ketegangan di Timur Tengah. Pelaku pasar menantikan rilis CPI pada Rabu dan PPI pada Kamis untuk menilai arah kebijakan The Fed. Menurut CME FedWatch, peluang kenaikan 25 basis poin di Desember naik menjadi sekitar 43,2 persen, dibanding sekitar 14 persen sebulan lalu.

Investors menilai dampak data inflasi terhadap prospek kebijakan moneter. Rilis CPI dan PPI dipandang sebagai kunci untuk mengukur apakah tekanan inflasi mereda menuju tren yang lebih berkelanjutan. Rentetan data ini diperkirakan akan membentuk jalur kebijakan bank sentral di bulan-bulan mendatang.

Penilaian pasar juga terfokus pada pergeseran ekspektasi suku bunga, dengan indikasi bahwa anggaran kebijakan bisa lebih agresif di masa depan. Kenaikan Desember diperkirakan mengikuti arah pasar dan timing yang dapat berubah-ubah. Sinyal ini berpotensi membentuk arah dolar terhadap pasangan utama seperti EURUSD dan USDJPY.

Di luar data ekonomi, pidato para pemimpin dunia membentuk suasana pasar. Presiden AS Donald Trump mengatakan mungkin akan mengusulkan proposal terkait perjanjian dengan Iran dalam beberapa hari ke depan, menurut Reuters. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang melawan Iran dan Hezbollah belum berakhir, meski terlihat lebih lemah dari sebelumnya. Iran juga mengumumkan berakhirnya operasi militer terhadap Israel, meskipun komando militer memperingatkan bahwa jika serangan berlanjut, tindakan yang lebih keras akan datang.

Data perdagangan China menunjukkan surplus May sebesar 105,43 miliar dolar, lebih tinggi dari 84,82 miliar pada April. Ekspor naik 19,4% YoY pada Mei, melampaui ekspektasi sekitar 15,0%. Sementara itu, impor melonjak 27,4% YoY pada Mei, melampaui konsensus 25,0%.

Di Eropa, produksi industri Jerman naik 0,4% MoM pada April, menandai pemulihan pertama sejak konflik di Timur Tengah meningkat. Secara tahunan, produksi industri Jerman turun 0,5% pada periode yang sama, meski revisi menunjukkan perbaikan dibanding bulan sebelumnya. EURUSD menguat menuju 1,1550 seiring ekspektasi bahwa ECB akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun pada rapat kebijakan hari Kamis.

EURUSD bergerak mendekati level 1,1550 karena pasar menimbang peluang kebijakan ECB yang lebih ketat. Pasangan ini didorong oleh optimisme bahwa bank sentral zona euro akan melakukan pengetatan pada siklus mendatang. Pelaku pasar juga menantikan pernyataan otoritas moneter pasca rapat ECB.

GBPUSD melejit di atas level 1,3350, mencerminkan rebound setelah beberapa minggu tertekan. USDJPY tetap berada di sekitar 160,15, dengan pasar menunggu langkah bank Jepang serta potensi intervensi dari otoritas terkait. Kondisi ini meningkatkan volatilitas pada pasangan berisiko dan aset utama Asia-Pasifik.

Logam kuning mencatat kenaikan tipis mendekati 4.340 dolar per ons, meski tetap berada di area rendah sejak Maret karena gejolak Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Investor tetap berhati-hati karena dinamika geopolitik dan perubahan kebijakan dapat memicu pergerakan besar pada aset berisiko maupun aset lindung nilai.

banner footer