
EUR/CAD terlihat melemah pada sesi perdagangan Eropa, mengikuti pergeseran CAD yang lebih kukuh karena kenaikan harga minyak dunia. CAD menjadi lebih sensitif terhadap dinamika sektor energi karena Kanada adalah eksportir minyak mentah terbesar ke Amerika Serikat. West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sekitar 102.20 dolar AS per barel, menambah dukungan bagi CAD melalui konteks komoditas.
Harga minyak yang lebih tinggi menciptakan jalur pendapatan bagi CAD, sementara EUR berhadapan dengan tantangan dari kebijakan ECB dan dinamika inflasi. Bank of Canada menahan suku bunga pada pertemuan terbaru, meskipun survei inflasi menunjukkan tekanan energi yang sedang berlangsung. Pergerakan ini membuat EURCAD melambat menuju level 1.60 secara intradaya.
Katalis kebijakan ECB tetap menjadi fokus pasar. Komentar pejabat ECB, termasuk pernyataan yang menyarankan kenaikan moderat, mencerminkan nada hawkish yang bisa menopang euro secara terbatas. Pasar menilai bahwa pergeseran kebijakan moneter di zona euro berpotensi membatasi penurunan EURCAD jika faktor energi tetap mendominasi.
Ketegangan di Timur Tengah tampak mereda setelah Presiden AS mengumumkan penundaan serangan terhadap Iran. Langkah tersebut berpotensi menekan harga minyak, meski pasar tetap waspada terhadap risiko geopolitik jangka panjang. Secara umum, respons minyak terhadap perkembangan ini bisa memandu arah CAD dalam beberapa sesi mendatang.
WTI naik untuk hari keempat berturut-turut, diperdagangkan mendekati 102.20 dolar AS per barel pada saat ini. Pergerakan ini membantu CAD menguat terhadap mata uang tunggal lain termasuk euro, sedangkan euro berada di bawah tekanan karena dinamika ECB. EURCAD pun terlihat turun dari level tinggi sebelumnya ke sekitar 1.60 pada sesi Eropa.
Sisi domestik Kanada juga mempengaruhi arah kurs; inflasi tahunan Kanada naik menjadi 2.4% pada Maret, menambah tekanan biaya hidup. Bank of Canada mempertahankan suku bunga meski risiko inflasi energi belum mereda. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi trader yang menilai arah EURCAD dalam jangka pendek.
Kebijakan ECB mendapat sorotan setelah Yannis Stournaras menyatakan bahwa kenaikan suku bunga secara moderat bisa meredam inflasi tanpa merusak aktivitas ekonomi. Pernyataan tersebut mencerminkan nuansa hawkish di kalangan pembuat kebijakan. Para pelaku pasar menilai arah kebijakan akan mengikuti data inflasi dan pertumbuhan pada kuartal berikutnya.
Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan sekitar 85% ekonom memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga deposito sebesar 25 basis poin menjadi 2,25% pada Juni. Proyeksi ini memperkuat narasi hawkish di euro dan mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga di pasar uang. Investor juga memperhatikan bagaimana jalur kebijakan akan berkelanjutan jika inflasi tetap tinggi.
Meskipun prospek kebijakan ECB cenderung hawkish, penurunan EURCAD bisa terbatas jika euro tetap mendapat dukungan dari dampak kebijakan yang agresif. Faktor-faktor geopolitik dan dinamika minyak tetap menjadi pembentuk utama arah pasangan ini. Secara keseluruhan, arah EUR/CAD masih didominasi oleh sentimen minyak dan outlook kebijakan kedua bank sentral."