
Menurut Cetro Trading Insight, kebijakan Federal Reserve bergerak ke arah yang lebih agresif dalam menekan inflasi. Pejabat Fed menegaskan bahwa mengendalikan inflasi tetap menjadi prioritas utama, dan sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut bila tekanan harga bertahan. Pasar memperhitungkan bahwa peluang kenaikan suku bunga Desember naik menjadi sekitar 48% menurut CME FedWatch, meningkat tajam dari minggu sebelumnya. Hal ini menambah tekanan terhadap pasangan EURUSD yang telah melemah dalam beberapa hari terakhir.
Sentimen pasar semakin didorong oleh tekanan inflasi dan respons kebijakan, dengan dukungan kuat bagi dolar AS ketika risiko geopolitik memburuk. Konflik berkelanjutan di Jalur Hormuz meningkatkan volatilitas energi dan ironi ekonomi global, yang pada akhirnya memperkuat posisi greenback sebagai aset perlindungan. Sinyal dari pemimpin negara besar terkait Taiwan dan tindakan diplomatik memperkuat risiko global, sehingga investor mencari perlindungan pada mata uang utama.
Meski demikian, dinamika EURUSD juga dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan ECB yang lebih hawkish. Pasar memperhatikan peluang peningkatan suku bunga Eropa jika inflasi tetap tinggi. EURUSD terlihat tertekan di sekitar 1.1620 sepanjang sesi Asia Senin, mencerminkan ketidakpastian jelang rilis data ekonomi utama dan komentar kebijakan kedua bank sentral tersebut.
Analisis dari Cetro Trading Insight menunjukkan bahwa kebijakan ECB bisa menjadi pemicu utama pergerakan EUR dalam beberapa bulan mendatang. Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan sekitar 85% ekonom memperkirakan kenaikan deposito sebesar 25 basis poin menjadi 2.25% pada Juni, mewakili pergeseran signifikan dalam ekspektasi pasar. Realokasi kebijakan ini akan menentukan perbedaan suku bunga antara zona euro dan AS.
Ekspektasi kenaikan suku bunga ECB bisa menahan tekanan pada EUR, meski USD sedang menguat karena faktor-faktor lain. Pelaku pasar menilai bahwa perbedaan kebijakan antara kedua wilayah dapat berkurang jika ECB menunjukkan komitmen yang lebih hawkish. Hambatan valuta juga bergantung pada data ekonomi AS dan respons pasar terhadap pernyataan kebijakan berikutnya.
Namun, kebijakan ECB tetap membawa peluang bagi EUR untuk menguat jika komunikasi bank sentral jelas dan respons pasar positif. Perhatikan bagaimana inflasi, pertumbuhan, dan kebijakan fiskal zona euro membentuk arah pasangan. Karena dinamika global terus berubah, arah EURUSD akan sangat dipengaruhi komentar ECB dan reaksi pasar terhadap data utama.
Secara umum, pasar menunjukkan probabilitas kenaikan Fed pada Desember meningkat, sehingga volatilitas jangka pendek bisa naik. Tekanan geopolitik dan jalur pasokan minyak melalui Hormuz menambah risiko bagi perekonomian global, yang pada akhirnya mendorong dolar sebagai aset safe-haven. Di sisi lain, sinyal kebijakan ECB yang lebih jelas dapat menahan penurunan lebih lanjut bagi EURUSD.
Ketegangan geopolitik dan jalur pasokan minyak melalui Hormuz menambah risiko bagi perekonomian global, yang pada akhirnya mendorong dolar sebagai aset safe-haven. Fluktuasi harga energi berdampak pada biaya impor bagi banyak negara, sehingga perbedaan suku bunga menjadi kunci bagi arus modal. Investor akan menilai data inflasi, pekerjaan, dan indikator kepercayaan untuk menentukan arah pasangan.
Kesimpulannya, EURUSD cenderung berada dalam kisaran yang wajar namun memiliki potensi bergerak lebih lanjut jika data ekonomi dan komentar kebijakan mendukung. Karena Fed dan ECB saling mempengaruhi, pelaku pasar disarankan memantau rilis data kunci dan kebijakan terbaru. Cetro Trading Insight menekankan bahwa fokus utama adalah dinamika suku bunga relatif dan risiko geopolitik yang dapat memicu pergerakan signifikan.