
EURJPY turun karena euro melemah akibat ketidakpastian berkelanjutan di Timur Tengah terkait Iran. Ketidakpastian geopolitik membebani sentimen investor dan mengalihkan fokus pasar pada dinamika kebijakan moneter. Analis menilai pergerakan pasangan mata uang ini sangat sensitif terhadap komentar pelaku kebijakan ECB serta indikator ekonomi regional.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa upside euro bisa terbatas berkat sikap hawkish para pembuat kebijakan ECB. Ketua Dewan Gubernur ECB, Yannis Stournaras, menyatakan bahwa kenaikan suku bunga yang moderat bisa menekan inflasi tanpa merusak pertumbuhan ekonomi. Sinyal ini mendukung harapan pasar atas jalur kebijakan yang lebih agresif di masa depan.
Di sisi lain, pasar memperhatikan survei Reuters yang menunjukkan sekitar 85 persen ekonom memperkirakan kebijakan depo rate naik 25 basis poin menjadi 2,25 persen pada Juni. Proyeksi ini menambah dinamika pergerakan EURJPY, meskipun data ekonomi Jepang baru-baru ini memberi kejutan positif pada sisi domestik. Secara teknis, dinamika cross ini cenderung dipengaruhi pergerakan yen dan persepsi risiko global.
Dalam kuartal pertama 2026, produk domestik bruto Jepang tumbuh 0,5 persen secara kuartalan, mengalahkan ekspektasi. Pertumbuhan ini juga mempercepat dibandingkan revisi 0,2 persen pada kuartal sebelumnya. Angka kuartalan ini menunjukkan pemulihan ekonomi yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak Q3 2024.
Dari sisi tahunan, ekonomi Jepang tumbuh 2,1 persen, meningkat dari 0,8 persen pada kuartal sebelumnya, dan melampaui perkiraan 1,7 persen. Ini merupakan laju tercepat dalam enam kuartal, menambah kepercayaan bahwa permintaan domestik sedang bangkit. Data ini memberi sinyal bahwa yen mungkin tetap lemah terhadap mata uang utama lainnya di jangka pendek.
Menteri Ekonomi Jepang, Minoru Kiuchi, menyatakan pemerintah akan merespons dengan cepat dan tetap memantau dampak konflik Timur Tengah serta kenaikan harga terhadap rumah tangga dan bisnis. Komentar ini menegaskan bahwa kebijakan fiskal dan koordinasi kebijakan akan disesuaikan secara responsif terhadap perkembangan global. Pasar juga menilai bahwa dinamika pertumbuhan Jepang akan mempengaruhi arah pair EURJPY dalam beberapa pekan mendatang.
Riset ini menunjukkan volatilitas yang lebih tinggi bagi EURJPY karena kombinasi faktor fundamental dan episod likuiditas. Pelemahan euro terkait ketidakpastian regional menjaga sentimen risiko tetap tegang, sementara peluang kenaikan suku bunga ECB menambah ketidakpastian pada arah pair. Di sisi lain, data Jepang memperkuat pandangan bahwa yen bisa tetap relatif lemah terhadap mata uang utama dalam waktu dekat.
Untuk trader, strategi jual EURJPY menjadi pilihan jika tekanan turun berlanjut dan euro tidak mampu menahan tekanan buruk. Rencana perdagangan bisa dibangun dengan open near 185.10, target 182.60, dan stop loss di 186.60 untuk rasio risiko/imbalan sekitar 1.67:1.5. Namun, jika ECB mengulang pandangan hawkish yang lebih agresif, ada risiko koreksi ke atas yang perlu diantisipasi.
Berikut rangkuman data kunci yang relevan bagi keputusan perdagangan:
| Fakta | Nilai |
|---|---|
| EURJPY (harga saat ini) | sekitar 185.10 |
| GDP Jepang QoQ Q1 2026 | 0.5% |
| GDP Jepang YoY Q1 2026 | 2.1% |
| Proyeksi ECB (deposit rate) | 25 bps kenaikan ke 2.25% |