
Menurut analisis kami, meskipun ada kemajuan kebijakan, Eropa belum mencapai momen ekonomi global dari euro yang digadang-gadang. Negara anggota serta institusi seperti ECB mendorong reformasi untuk memperkuat likuiditas serta peran euro di panggung internasional. Namun Brzeski menekankan hambatan struktural berupa pasar modal yang terfragmentasi dan tabungan rumah tangga yang besar tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan. Akibatnya, potensi euro sebagai mata uang internasional belum sepenuhnya terealisasi.
Tahun lalu, Lagarde menyatakan bahwa keadaan dunia yang terfragmentasi bisa memberi Eropa peluang untuk meningkatkan pengaruh. Namun setelah 12 bulan, gambaran operasionalnya tidak sejalan dengan harapan; citra kebijakan belum cukup mengubah dinamika global. Analisis ini menekankan bahwa persepsi pasar dan tindakan kebijakan perlu sinkron agar dampak nyata bisa tercipta.
Meski demikian, ada kemajuan nyata pada 2025. Perkembangan seperti Savings and Investment Union diluncurkan pada Maret 2025, reformasi sekuritisasi, paket integrasi pasar dan pengawasan, serta pembaruan aturan layanan pembayaran telah menambah infrastruktur pasar. Investasi EIB untuk pertahanan meningkat tiga kali lipat, dan belanja pertahanan UE naik 36 persen sejak 2022. Selain itu, korespondensi dari enam ekonomi terbesar UE menuntut kesepakatan pasar modal yang disepakati menjelang musim panas.
Kebijakan yang disebutkan menandai arah reformasi melalui peluncuran Savings and Investment Union, aturan sekuritisasi yang lebih luas, paket integrasi pasar dan pengawasan, serta peningkatan layanan pembayaran. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memanfaatkan tabungan rumah tangga dan meningkatkan efisiensi pasar modal. Beberapa langkah ini juga menekankan perlunya kerangka peraturan yang lebih seragam di seluruh blok.
Namun tantangan utama tetap ada. Pasar modal yang terfragmentasi dan tingginya tabungan rumah tangga yang belum sepenuhnya dimanfaatkan masih membatasi peran euro secara internasional. Brzeski menekankan bahwa struktural saving dan fragmentasi pasar masih mengarahkan potensi ke arah yang belum optimal. Oleh karena itu momentum kebijakan perlu diubah menjadi aksi nyata melalui implementasi yang konsisten.
Pertanyaannya sekarang adalah sejauh mana Eropa bersedia melanjutkan reformasi dan seberapa cepat institusi dapat menuntaskan hambatan tersebut. Kunci perhatian adalah konsistensi antara kebijakan fiskal, keuangan, dan keamanan untuk meningkatkan kapasitas pasar modal. Jika negara anggota fokus pada penyelesaian isu politik, momen euro global bisa berubah menjadi realitas ekonomi yang lebih kuat.
Bagi investor, reformasi ini bisa mengubah profil risiko dan prospek euro sebagai mata uang internasional. Momen euro global yang diidamkan masih menunggu bukti konkret, meskipun kerangka kebijakan telah dikerjakan. Cetro Trading Insight menilai arah kebijakan ini sebagai sinyal bahwa UE berusaha meningkatkan posisi euro, meski masih diperlukan momentum nyata di pasar.
Laju reformasi yang terukur dan keberhasilan implementasi akan menentukan apakah euro mampu menarik arus modal lebih besar. Kedalaman pasar modal yang lebih tinggi, instrumen keuangan yang lebih beragam, dan kebijakan yang menyelaraskan pasar keuangan dengan sektor riil akan menambah daya tarik euro. Investor perlu memantau perkembangan kepatuhan, transparansi, dan integrasi lintas negara bagian.
Secara teknis, artikel ini tidak memberikan sinyal perdagangan spesifik karena tidak ada instrumen trading yang eksplisit. Karena itu sinyal perdagangan adalah no, dan tidak ada level target atau stop loss. Namun secara makro, perubahan kebijakan dapat berdampak pada ekspektasi inflasi, suku bunga, dan apresiasi euro terhadap mata uang utama lainnya.