Indeks PMI Jasa AS untuk November diperkirakan menunjukkan perlambatan moderat meskipun tetap berada di wilayah ekspansi. Pembacaan diperkirakan turun menjadi 52,1 dari 52,4 pada Oktober, menandakan pertumbuhan aktivitas yang lebih santai namun tetap sehat bagi sektor jasa.
Para pelaku pasar menaruh perhatian besar pada sub-indeks utama seperti ketenagakerjaan, biaya yang dibayar, serta pesanan baru. Pembacaan ini memberikan gambaran dinamika pasar tenaga kerja dan tekanan inflasi di sektor jasa, komponen penting bagi kinerja PDB AS secara keseluruhan.
Kejutan positif pada PMI Jasa bisa meredakan tekanan bearish dolar, sementara jika ekspektasi tidak terpenuhi, arah dolar bisa tetap lemah. Laporan ini menjadi penentu arah jangka pendek EURUSD dalam beberapa sesi ke depan.
EURUSD telah melanjutkan tren bullish selama delapan hari terakhir, menembus saluran downtrend dari puncak awal Oktober di sekitar 1,1605 dan menunjukkan momentum kenaikan melalui sinyal MACD yang bergerak positif dalam kerangka waktu 4 jam.
Meski momentum terlihat menguat, RSI berada di wilayah jenuh beli, menandai kesiapan bagi koreksi singkat. Namun minat beli tetap ada jika data PMI Jasa AS memenuhi ekspektasi atau lebih kuat.
Pergerakan harga masih berada dalam tren naik secara umum, didorong oleh perbedaan kebijakan moneter antara ECB dan Federal Reserve. Level resistance di sekitar 1,1660–1,1670 menjadi penghalang utama untuk kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat.
Jika analisa teknikal tetap dominan, reaksi bullish dapat berlanjut saat harga menembus zona resistensi tersebut. Konfirmasi dari breakout di atas 1,1660–1,1670 bisa membawa fokus menuju area tertinggi 17 Oktober di dekat 1,1730.
Sisi bawah tetap menjadi potensi dukungan di sekitar 1,1605, dengan kemungkinan penurunan menuju 1,1590 dan area 1,1550 yang berdekatan dengan low akhir November. Namun, faktor fundamental seperti kejutan PMI bisa mengubah arah tren dengan cepat.
Para pelaku pasar disarankan mengatur risiko dengan cermat karena RSI sudah di wilayah jenuh beli. Waspadai perubahan data rilis dan pergeseran kebijakan bank sentral sebagai kunci penilaian peluang jangka pendek maupun menengah.