Fed 2026: Revisi Jalur Pemangkasan Suku Bunga Dipengaruhi Data Ekonomi dan Energi

Fed 2026: Revisi Jalur Pemangkasan Suku Bunga Dipengaruhi Data Ekonomi dan Energi

trading sekarang

Artikel ini merangkum pandangan ekonom dari ING terkait arah kebijakan moneter AS. James Knightley menegaskan ekspektasi pelonggaran pada 2026 telah berkurang karena inflasi jangka pendek yang lebih tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat. Akibatnya, pemotongan suku bunga sejak dini tampak kurang mungkin, sehingga pasar menantikan sinyal nyata dari data terbaru sebelum memberi harga pada pelonggaran lebih lanjut.

Perjalanan jalur kebijakan disesuaikan ulang dengan fokus pada data. Ekspektasi pasar mengenai besar pemotongan 2026 berkurang, dari sekitar 60 basis poin sebelum beberapa peristiwa geopolitik menjadi sekitar 40 basis poin saat ini. Energi yang lebih mahal turut menambah tekanan pada inflasi, tetapi hal itu juga berpotensi menekan tekanan harga inti dalam jangka menengah hingga panjang.

Selain itu, proyeksi pemotongan telah dipindahkan dari Juni dan September ke September dan Desember. Kondisi energi yang tinggi memengaruhi keuangan rumah tangga serta permintaan, sehingga jalur kebijakan tampak lebih berhati-hati hingga data terbaru mengonfirmasi arah baru.

Februari menunjukkan CPI yang lebih tinggi dari konsensus, sehingga pasar kemungkinan akan lebih jauh lagi menghapus kemungkinan pemotongan suku bunga. Energi menjadi fokus utama pasar, meskipun dinamika CPI Maret juga tetap relevan. Tariff terhadap barang impor turut menambah tekanan harga secara keseluruhan.

Deflator inti PCE Januari diperkirakan naik sekitar 0,4%, meski data ini lahir sebulan lebih lambat dibanding CPI. Ketidakpastian terhadap jalur kebijakan Fed tetap tinggi karena perbedaan antara apa yang dilaporkan CPI dan PCE dapat mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap inflasi inti.

Revisi data 4Q GDP kemungkinan tidak banyak berubah dari angka 1,4% secara tahunan. Renitan belanja rumah tangga dan investasi bisnis tetap solid, namun pengeluaran pemerintah menjadi kendala karena penutupan pemerintah selama enam minggu. Dalam konteks ini, tren impor yang meningkat juga menambah beban pada pertumbuhan kuartal pertama.

Implikasi untuk Pasar dan Sinyal Perdagangan

Pergerakan harga energi membawa efek ganda. Di satu sisi, kenaikan biaya energi menambah inflasi dalam beberapa bulan mendatang; di sisi lain, perubahan harga energi yang lebih moderat di masa depan bisa meredakan tekanan harga jangka panjang. Ketidakpastian kebijakan Fed tetap menjadi faktor volatilitas utama bagi pasar global.

Karena pendekatan data-driven, pelaku pasar cenderung menahan diri dari pemotongan agresif. Sentimen terhadap dolar relatif terhadap mitra utama bisa menguat jika ekspektasi pelonggaran semakin dihapus. Namun, jalur kebijakan masih sangat bergantung pada data CPI, PCE, dan GDP yang akan dirilis berikutnya.

Untuk trader, fokus utama adalah rilis data berikutnya dan bagaimana angka-angka tersebut mempengaruhi pasangan EURUSD. Sinyal perdagangan yang lebih spesifik memerlukan level harga konkret dan konfirmasi teknikal, sehingga dalam konteks artikel ini rekomendasi posisi spesifik belum dapat ditetapkan.

broker terbaik indonesia