
GBP/USD mengalami perbaikan sentiment setelah adanya gencatan sementara antara Israel dan Hezbollah, yang mengurangi tekanan terhadap USD. Langkah tersebut memberi ruang bagi pound untuk mempertahankan momentum rebound jangka pendek meski sentimen global tetap sensitif terhadap berita geopolitik.
Ketidakpastian terkait negosiasi perdamaian antara AS dan Iran tetap menjadi faktor penimbang utama. Pasar cenderung membatasi pemulihan harga spot karena risiko terhentinya pembicaraan jika eskalasi militer berlanjut, meski ada jeda sementara di wilayah Timur Tengah.
Secara umum, pergerakan GBP/USD terpantau berada dalam kisaran tiga hari terakhir. Harga berada di sekitar level 1.3450 dan belum menunjukkan konfirmasi bullish kuat yang bisa mendorong retakan ke atas level kunci, sehingga arah jangka pendek lebih dibatasi oleh dinamika geopolitik dan teknikal. Menurut Cetro Trading Insight, volatilitas tetap moderat dengan peluang pergeseran jika perkembangan di wilayah Timur Tengah berubah.
Dari sisi teknikal, posisi harga terlihat tertahan di bawah Simple Moving Average (SMA) 200 periode pada grafik 4 jam dan juga berada di bawah retracement Fibonacci 50,0% dari penurunan pada swing May. Kondisi ini menambah beban bagi upaya bullish untuk melanjutkan pergerakan ke atas.
Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan histogram yang sedikit positif, sementara RSI berada di sekitar 56. Hal ini menandakan momentum bullish ringan namun belum cukup untuk menembus rintangan teknis yang ada.
Level kunci untuk pergerakan selanjutnya adalah resistensi di 1.3476 (50,0% retracement), 1.3498 (200-SMA 4 jam), 1.3517, 1.3576, dan 1.3650. Sementara itu, dukungan terlihat di 1.3435 (38,2% retracement), 1.3384 (23,6%), dan 1.3302 sebagai area swing low terdekat.
Meski ada beberapa isyarat positif secara teknis, gambaran keseluruhan tetap berhati-hati karena belum ada konfirmasi breakout. Trader perlu menunggu konfirmasi jelas sebelum menimbang arah posisi jangka pendek.
Jika terjadi pergerakan melewati level resistensi utama dengan volume meningkat, arah naikan bisa menjadi potensi, tetapi langkahnya harus dilakukan dengan manajemen risiko yang ketat. Sebaliknya, jika harga menembus support, risiko koreksi lebih lanjut bisa muncul dan perlu disesuaikan.
Rasio risiko-imbalan yang direkomendasikan sejalan dengan prinsip manajemen risiko 1:1.5 atau lebih tinggi, sehingga pelaku pasar harus menilai ukuran posisi sesuai target stop loss dan ukuran akun. Mengingat ketidakpastian geopolitik, pendekatan yang fleksibel dan pemantauan berita adalah kunci.