
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran membawa volatilitas pada pasar obligasi dan energi, meski ada sinyal positif dari pemerintahan AS mengenai niat mengakhiri konflik. Para analis menilai respons kebijakan fiskal dan moneter pascaperang menambah dinamika harga. Cetro Trading Insight menilai pasar tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik.
Firma Alpine Macro menyoroti bahwa waktu untuk mencapai perdamaian masih menjadi sumber utama volatilitas. Ketidakpastian tersebut mempengaruhi imbauan investor terhadap obligasi jangka panjang serta komposisi portofolio secara umum.
Kendati demikian, Dan Alamariu memperkirakan peluang damai 1–2 pekan sekitar 50 persen, sambil mengakui risiko eskalasi jika tekanan AS terhadap Iran meningkat. Ia juga menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz bisa menjadi bagian dari solusi yang dihasilkan negosiasi.
Alpine Macro merekomendasikan menjaga posisi pada obligasi jangka panjang untuk memanfaatkan potensi stabilitas jangka menengah. Mereka juga menyoroti peluang rotasi sektor energi hingga akhir tahun sebagai strategi diversifikasi yang relevan.
Investasi di saham produsen energi dan sektor yang sangat sensitif terhadap harga minyak diperkirakan akan bergeser posisi seiring arah harga minyak, sehingga portofolio perlu disesuaikan secara berkala.
Meskipun ada kekhawatiran inflasi, Alpine Macro melihat kinerja laba emiten yang kuat dan tidak adanya kenaikan suku bunga The Fed membuat pasar saham relatif resilien. Arah investasi dipandu oleh perubahan harga minyak lebih dari kejutan inflasi jangka pendek.
Analisa ini menilai harga minyak dunia mungkin turun signifikan dalam 3–6 bulan seiring meredanya ketegangan geopolitik, sehingga memberi ruang bagi pemulihan ekonomi secara luas.
Penurunan biaya energi diperkirakan menekan inflasi kembali ke level normal dan memudahkan The Fed menjaga stabilitas tanpa perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Dengan dinamika pasar obligasi yang diperkirakan balik arah, kinerja laba emiten dan ekspektasi penurunan harga minyak menjadi faktor penopang bagi pasar saham. Proyeksi saat ini menyiratkan bahwa kombinasi faktor-faktor tersebut bisa mengangkat kinerja obligasi jangka panjang dan saham secara bersamaan.