IHSG Terseret Koreksi, Cetro Trading Insight Ungkap Peluang Buy on Weakness pada BBCA dan Saham Unggulan Lainnya

IHSG Terseret Koreksi, Cetro Trading Insight Ungkap Peluang Buy on Weakness pada BBCA dan Saham Unggulan Lainnya

Signal B/BCABUY
Open5625
TP6425
SL5575
trading sekarang

IHSG masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, sesuai dinamika teknikal yang diamati para analis. Dalam publikasi analitik, pergerakan indeks cenderung berada dekat titik-titik penting yang bisa menentukan arah jangka pendek. Laporan oleh Cetro Trading Insight menekankan bahwa volatilitas tetap tinggi meski ada peluang rebound teknikal kecil. Pembaca kami akan mendapatkan paparan jelas mengenai area kunci yang perlu diawasi serta rekomendasi saham terkait.

Menurut analisis teknikal yang dirilis MNC Sekuritas, IHSG diperkirakan berada di bagian akhir wave [v] dari wave A dalam label hitam wave (2). Kondisi ini menandai fase koreksi yang rentan berlanjut jika gagal di tes zona support, sehingga para pelaku pasar perlu memantau level-level krusial yang telah dipetakan. Riset tersebut juga menyinggung kemungkinan area koreksi berikutnya yang bisa menguji kisaran 5.899 hingga 5.999.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan berada pada support di sekitar 5.996 dan 5.899, dengan resistance di 6.318 dan 6.459. Penempatan seperti ini memberi gambaran mengenai batas bawah yang cukup ketat untuk menjaga arah tren jangka pendek. Analisa ini sejalan dengan dinamika pasar domestik yang dipublikasikan dalam laporan harian, menandai pentingnya konsistensi strategi trading bagi investor ritel maupun institusional.

Salah satu rekomendasi utama datang dari saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan opsi Buy on Weakness. Rekomen pertama berada di rentang Rp5.625–Rp5.775, menyusul koreksi teknikal yang terlihat. Berdasarkan evaluasi pola gelombang, BBCA diperkirakan berada pada bagian dari wave v dari wave (c). Target harga yang disajikan adalah Rp6.425 dan Rp6.775, sedangkan level stoploss ditempatkan di bawah Rp5.575. Nasihat ini patut dipersiapkan bagi trader yang ingin memanfaatkan retracement untuk masuk posisi long.

Selain BBCA, rekomendasi lain menyoroti HMSP (Hanjaya Mandala Sampoerna) yang menguat 3,47% menjadi Rp745. Volume pembelian meningkat meski pergerakan masih tertahan MA20. HMSP diperkirakan berada di awal wave (c) dari wave [b], dengan saran Buy on Weakness pada kisaran Rp725–Rp740 dan target Rp780 serta Rp815. Stoploss disarankan di bawah Rp715 untuk menjaga risiko tetap terkendali.

Selanjutnya, ada opsi Trading Buy pada PGAS (Perusahaan Gas Negara) di Rp1.785–Rp1.815. Pergeseran ini didorong oleh munculnya volume pembelian dan posisi PGAS diduga berada di awal wave C dari wave (B). Target harga mencapai Rp1.870 dan Rp1.935, dengan stoploss di bawah Rp1.770. Satu lagi rekomendasi menarik datang dari WIIM (Wismilak Inti Makmur), yang menunjukkan potensi Buy on Weakness pada Rp1.760–Rp1.785, target Rp1.865–Rp1.960, serta stoploss di bawah Rp1.720.

banner footer