IHSG Tertekan, Peluang Buy on Weakness pada DEWA dan Saham Unggulan Lain Menjanjikan Target hingga Rp595

IHSG Tertekan, Peluang Buy on Weakness pada DEWA dan Saham Unggulan Lain Menjanjikan Target hingga Rp595

Signal D/EWABUY
Open480.000
TP540.000
SL458.000
trading sekarang

Cetro Trading Insight memantau IHSG dengan fokus pada peluang dan risiko yang muncul menjelang pembukaan pekan depan. IHSG menunjukkan tanda-tanda rawan koreksi meski ada dukungan dari beberapa saham berkapitalisasi besar. Hal ini menuntut manajemen risiko yang lebih cermat bagi investor yang ingin mencari momen masuk di level harga yang tepat.

Pada Rabu, 13 Mei 2026, IHSG turun 1,98% ke level 6.723, menunjukkan tekanan jual yang masih signifikan. Secara mingguan, indeks tercatat turun 3,53% dengan volume perdagangan yang cenderung menyusut. Kondisi ini menandakan dinamika pasar yang masih volatil dan butuh konfirmasi arah tren selanjutnya.

Analisis wave dari riset MNC Sekuritas menunjukkan IHSG berada pada posisi wave [v] dari wave A dalam pola wave (2). Worst-case, IHSG bisa terkoreksi hingga rentang 6.644–6.711 dan memperhatikan area gap di 6.538–6.585. Area penguatan terdekat diperkirakan berada di 6.758–6.777, sementara level support ada di 6.682 dan 6.585 dengan resistance 6.917–7.069.

DEWA telah menguat 2,11% menjadi Rp484 pada perdagangan terakhir dan disertai lonjakan volume pembelian. Meskipun kenaikan ini terbatasi oleh MA60, posisi harga masih berada di atas level 458 sebagai stoploss. Kondisi ini menempatkan DEWA dalam posisi awal wave C dari wave B, sehingga rekomendasi Buy on Weakness tetap relevan di area 476–482.

INDY turun 4,95% menjadi Rp3.070 disertai tekanan jual yang nampak di segenap level. Indikator pola gelombang menunjukkan INDY berada pada bagian [iii] dari wave C dalam label hitam. Rekomendasi Buy on Weakness menyarankan pembelian di rentang 2.710–2.920 dengan target 3.160 dan 3.440 serta stoploss di bawah 2.640.

RATU menguat 0,88% ke Rp5.700 dan masih berada di atas MA60, menandakan dinamika bullish jangka pendek. Secara teknikal RATU tampak berada pada bagian awal dari wave [b] dari wave D pada pola triangle, sehingga trading buy direkomendasikan dengan masuk di Rp5.550–Rp5.675 dan target 5.950–6.250, dengan stoploss di bawah Rp5.475. WIFI juga mengalami koreksi menuju Rp2.250 namun tekanan jual mulai mereda, sehingga Buy on Weakness direkomendasikan di Rp2.050–2.160 dengan target Rp2.460–2.710 dan stoploss di bawah Rp2.000.

Artikel ini menyajikan panduan trading berbasis teknikal dengan fokus Buy on Weakness pada saham-saham unggulan untuk memanfaatkan momentum perdagangan. Analisis harga, pola gelombang, serta level support dan resistance menjadi landasan untuk keputusan masuk dan keluar. Pembaca didorong untuk mengelola risiko secara disiplin sambil menargetkan potensi imbal hasil yang proporsional.

DEWA dipakai sebagai instrumen utama untuk mengilustrasikan sinyal karena hubungannya dengan struktur teknikal yang dibahas. Ketika harga berhasil bertahan di atas 480 dan menembus target 540, peluang upside tetap terbuka dengan stoploss di 458 untuk menjaga risiko tetap terkendali. Investor juga bisa menimbang sinyal pada INDY, RATU, dan WIFI sesuai preferensi risiko masing-masing, asalkan mematuhi paparan stoploss dan trail untuk manajemen eksposur.

Meski sinyal teknikal cukup kuat, keputusan investasi tetap bergantung pada dinamika pasar harian dan toleransi risiko masing-masing investor. Cetro Trading Insight akan terus memantau pergerakan IHSG serta sinyal teknikal untuk membantu pembaca membuat keputusan yang lebih terukur. Untuk menjaga integritas analisis, pembaca disarankan mengikuti peringatan risiko dan melakukan diversifikasi portofolio secara hati-hati.

banner footer