Analisis dari Cetro Trading Insight menunjukkan aluminium di bursa LME sedang berada pada level dekat puncak empat tahun. Faktor utama adalah risiko pasokan yang terkait konflik regional di Timur Tengah, membuat pasar lebih sensitif terhadap berita geopolitik. Para analis menilai dinamika tersebut berpotensi menjaga harga tetap terangkat meski ada ketidakpastian makro.
Tanda-tanda kekurangan fisik semakin jelas terlihat lewat lonjakan cancelled warrants. Angka harian meningkat 96.050 ton menjadi 178.600 ton, tercatat sebagai lonjakan terbesar sejak Mei 2024. Kenaikan ini membuat persentase pembatalan terhadap stok LME aluminium mendekati 40 persen, naik signifikan dari sekitar 9 persen di awal bulan.
Aluminium dipandang tetap lebih ketat secara struktural dibandingkan logam dasar lainnya. Penarikan stok yang cepat memperkuat pandangan bahwa sisi downside relatif terbatas meski menghadapi gangguan ekonomi global. Para ahli menilai bahwa jika gangguan pasokan berlanjut, peluang ke atas bisa tetap dominan.
Pergerakan harga aluminium menguat dan beroperasi mendekati level tertinggi multi-tahun. Proyeksi terhadap pasokan yang ketat didorong oleh risiko geopolitik, sementara pasar menilai bahwa permintaan tetap berdaya dukung. Kondisi ini juga menjaga volatilitas harga tetap tinggi seiring berita-berita baru muncul.
Ketidakstabilan regional menambah keguguran terhadap aliran pasokan aluminium. Investor cenderung mengaitkan pergeseran stok dengan kemungkinan defisit, sehingga harga bisa terangkat lebih lanjut meski indikator makro masih lemah. Secara umum, volatilitas di pasar logam dasar tetap tinggi dalam fase ini.
Port Klang dan dinamika stok regional menjadi bagian penting dalam penilaian risiko. Lonjakan pembatalan lebih lanjut dan penarikan inventori menambah tekanan pada ketersediaan pasokan, terutama dalam periode permintaan yang fluktuatif. Pengamatan data inventori dan arus masuk keluar barang menjadi kunci untuk memahami arah harga ke depan.
Secara fundamenta, aluminium tetap menunjukan keketatan struktural relatif terhadap logam lain, didorong oleh ancaman gangguan pasokan regional. Narasi tersebut meningkatkan keyakinan bahwa harga bisa mempertahankan level tinggi meski dinamika makro masih bergejolak. Analisis pasar menyoroti bahwa faktor fisik menjadi pendorong utama pergerakan menuju periode berikutnya.
Dalam hal sinyal perdagangan, informasi yang tersedia tidak menyajikan level harga eksplisit untuk ambil posisi. Oleh karena itu, rekomendasi sinyal saat ini adalah no, sambil menekankan peluang jika kondisi pasokan tetap rapat dan konfirmasi teknikal muncul. Monitor data inventori dan liputan pasar menjadi kunci konfirmasi di minggu-minggu mendatang.
Konsensus risiko–imbangan menyarankan pendekatan berhati-hati dengan fokus pada hedging jangka pendek hingga menengah. Jika momentum berlanjut dan sinyal teknikal terkonfirmasi, strateginya bisa diperbarui dengan target keuntungan dan batas risiko yang jelas. Melalui publikasi ini, Cetro Trading Insight berkomitmen memantau pergerakan aluminium secara berkelanjutan.