SCPI Go Private dan Delisting dari BEI: Organon Tender Premium Rp100.000 per Saham

SCPI Go Private dan Delisting dari BEI: Organon Tender Premium Rp100.000 per Saham

trading sekarang

Kabar mengejutkan dari SCPI datang pada hari ini: Organon Pharma Indonesia Tbk berencana go private dan delisting dari Bursa Efek Indonesia. Langkah ini menandai bab restrukturisasi besar dalam rangkaian kebijakan Global Grup Merck pascamerger dengan Schering-Plough pada 2009, sehingga fokus operasional dapat dipertajam di luar pasar modal. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca awam memahami implikasi langkah strategis ini.

Saat ini, Organon LLC adalah pemegang langsung 98,79% saham SCPI, sementara pemegang saham publik hanya 1,21% atau sekitar 43.664 saham. Kondisi ini mencerminkan konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi di tangan pemegang utama. Saham SCPI terakhir diperdagangkan pada harga Rp29.000 per saham sebelum suspensi dan telah disuspend sejak 2013.

Melalui pelaksanaan go private dan delisting, pemegang saham publik akan memperoleh kesempatan menjual saham pada harga premium. Manajemen menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan kebijakan restrukturisasi global Merck pascamerger dengan Schering-Plough dan spin off pada 2021. Kebutuhan pendanaan melalui pasar modal tidak lagi menjadi prioritas karena operasional perusahaan dapat dibiayai secara mandiri.

Rencana go private diawali dengan penawaran tender untuk membeli saham publik dengan harga Rp100.000 per saham, sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan informasi pada 15 Mei 2026. Organon LLC sebagai pemegang saham utama akan menjadi pelaku utama tender tersebut. Penawaran ini ditujukan untuk mengakselerasi transisi perseroan ke status perusahaan privat sekaligus menghapus pencatatan di BEI.

Rencana go private akan menuntut persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 23 Juni 2026. Aplikasi persetujuan diperlukan untuk menghapus daftar perseroan dari BEI dan melanjutkan restrukturisasi kepemilikan. Proses ini memerlukan evaluasi harga, likuiditas, dan dampak terhadap pemegang publik.

Di sisi operasional, manajemen menegaskan bahwa pendanaan operasional perusahaan masih dapat dibiayai secara mandiri tanpa pembiayaan dari pasar modal. Langkah ini juga sesuai dengan kebijakan restrukturisasi global Grup Merck yang berlanjut pascamerger dan spin off yang dilakukan pada 2021. Cetro Trading Insight memantau pelaksanaan RUPSLB dan perkembangan selanjutnya untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada investor domestik maupun publik.

Para pemegang saham publik SCPI diproyeksikan menerima premium atas harga saham historis mereka seiring proses go private dan delisting. Manajemen menyatakan bahwa premium ini dirancang untuk memberikan kompensasi atas likuiditas yang lebih rendah setelah delisting. Bagi pemegang publik, opsi menjual di harga premium menjadi peluang yang penting meski fleksibilitas trading akan berkurang setelah listing berakhir.

Delisting akan mengurangi likuiditas saham SCPI karena saham tidak lagi diperdagangkan di BEI. Manajemen menegaskan bahwa pendanaan pasar modal tidak lagi menjadi prioritas operasional, sehingga efek delisting dianggap sebagai langkah strategis untuk fokus pada kemandirian perusahaan. Investor domestik perlu menimbang potensi imbal hasil relatif terhadap risiko berhenti diperdagangkan secara publik.

Rencana tersebut terkait dengan kebijakan restrukturisasi global Merck pascamerger dengan Schering-Plough dan spin off pada 2021, serta fokus pada efisiensi operasional. RUPSLB pada 23 Juni 2026 menjadi momen kunci persetujuan langkah go private dan delisting. Perkembangan ini akan mempengaruhi prospek SCPI ke depannya, termasuk bagaimana operasi dan nilai pemegang saham akan ditata ulang.

banner footer