
Sharia Investment Week 2026, diselenggarakan BEI bekerja sama dengan OJK dan mitra industri, menjadi momentum penting bagi evolusi investasi syariah di Indonesia. Cetro Trading Insight melaporkan bahwa MNC Asset Management memanfaatkan momen ini untuk menegaskan komitmen pada produk reksa dana syariah yang kompetitif. Partisipasi perusahaan terekam melalui booth fisik di Main Hall BEI dan kanal virtual, memudahkan investor akses informasi dari berbagai tingkat pengalaman.
Pengunjung dapat menelaah rangkaian produk unggulan, seperti MNC Dana Syariah dan MNC Dana Syariah Barokah, sambil melihat bagaimana portofolio dikelola sesuai prinsip syariah. Informasi kinerja, biaya, dan kebijakan pembelian disajikan secara transparan untuk membantu investor menilai kecocokan dengan tujuan keuangan mereka. Selain itu, fasilitas live chat melalui WhatsApp memungkinkan konsultasi langsung dengan tim MNC Asset Management mengenai strategi investasi dan perencanaan keuangan pribadi.
Dimas Aditya Ariadi, Direktur MNC Asset Management, menegaskan bahwa SIW 2026 adalah peluang bagi publik untuk memahami manfaat investasi syariah secara lebih komprehensif. Ia menekankan bahwa kehadiran di SIW 2026 memperluas akses terhadap produk yang dikelola menurut prinsip syariah, termasuk Reksa Dana Pendapatan Tetap MNC Dana Syariah dan Reksa Dana Pasar Uang MNC Dana Syariah Barokah. Tujuan utamanya adalah meningkatkan literasi keuangan syariah sambil mendorong kepercayaan diri masyarakat merencanakan keuangan melalui pilihan reksa dana.
Di balik kemeriahan SIW 2026, Muhamad Sugiarto, Ketua Unit Pengelola Investasi Syariah (UPIS) MNC Asset Management, menilai minat publik terhadap investasi syariah menunjukkan tren yang positif dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini didorong oleh kepatuhan terhadap syariah, kepastian hukum, dan potensi imbal hasil yang wajar. Selain itu, kemudahan akses informasi dan layanan edukasi menjadi kunci mendorong kepercayaan investor untuk memilih opsi reksa dana syariah.
MNC Dana Syariah mencatat imbal hasil 7,52 persen (net) 1 tahun pada NAB per 20 Mei 2026, sedangkan MNC Dana Syariah Barokah mencetak 5,55 persen (net) dalam periode yang sama. Angka tersebut menjadi referensi bagi investor dalam menimbang potensi pendapatan tetap yang sesuai prinsip syariah. Data NAB ini dipublikasikan secara transparan melalui situs motionfunds.id untuk memudahkan perbandingan dan evaluasi portofolio.
Layanan informasi NAB di MotionFunds dikombinasikan dengan kanal WhatsApp Business, memudahkan calon investor menilai kinerja produk secara real time. Dengan kanal komunikasi yang mudah diakses, publik didorong untuk lebih percaya diri merencanakan keuangan melalui reksa dana syariah. Konsistensi informasi dan kenyamanan konsultasi menjadi bagian penting dalam literasi keuangan yang inklusif di era digital.
Muhamad Sugiarto, Ketua UPIS, menilai minat publik terhadap investasi syariah menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini dipicu oleh kepatuhan pada prinsip syariah, serta reputasi tata kelola dan transparansi produk. Peran SIW 2026 dinilai sebagai wadah edukasi yang efektif untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai opsi investasi berbasis syariah.
Melalui SIW 2026, UPIS berupaya mendekatkan produk reksa dana syariah MNC Asset Management kepada publik luas, tidak hanya bagi investor institusional. Kehadiran ini diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap pilihan investasi yang sejalan dengan prinsip syariah. Selain itu, acara ini menjadi pendorong utama literasi keuangan syariah di Indonesia melalui demonstrasi produk, sesi edukasi, dan peluang konsultasi.
Peserta SIW 2026 memiliki kesempatan membuka rekening melalui booth virtual maupun fisik MNC Asset Management, dengan insentif doorprize saldo reksa dana. Doorprize senilai total Rp300.000 akan dibagikan kepada tiga pendaftar beruntung, sebagai bentuk apresiasi terhadap minat peserta. Informasi lengkap dapat diakses melalui siw.idx.co.id/shariainvestmentweek/ dan kanal Instagram @mncasset, serta kontak WhatsApp untuk konsultasi.