TD Securities Proyeksikan RBNZ Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin pada September

TD Securities Proyeksikan RBNZ Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin pada September

Signal NZD/USDBUY
Open0.612
TP0.627
SL0.602
trading sekarang

Analis senior dari TD Securities, Prashant Newnaha dan Howard Du, memproyeksikan bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan mengambil langkah hawkish pada pertemuan kebijakan mendatang. Bank sentral Selandia Baru tersebut diperkirakan bakal menaikkan suku bunga acuan atau Official Cash Rate (OCR) sebesar 25 basis poin. Langkah ini dinilai sejalan dengan ekspektasi pasar yang telah memperhitungkan probabilitas kenaikan tersebut secara signifikan.

Keputusan pengetatan moneter ini diperkirakan akan membawa OCR naik ke level 2,75% pada bulan September. Menurut analisis tim Cetro Trading Insight, konsensus di antara para anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) tampaknya cukup solid untuk mendukung langkah ini. Data ekonomi domestik terbaru juga memberikan justifikasi yang kuat bagi bank sentral untuk melanjutkan siklus kenaikan suku bunga guna menekan inflasi yang masih persisten.

Jika proyeksi ini terealisasi, pasar valuta asing berpotensi merespons dengan penguatan mata uang Dolar Selandia Baru (NZD). Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati rilis kebijakan ini karena akan menentukan arah pergerakan jangka menengah bagi pasangan mata uang major. Cetro Trading Insight menilai bahwa ketidakpastian global saat ini membuat langkah RBNZ menjadi salah satu fokus utama di pasar forex.

TD Securities memproyeksikan jalur kenaikan suku bunga RBNZ tidak akan banyak berubah dari perkiraan yang dirilis pada Monetary Policy Statement (MPS) bulan Mei lalu. Siklus pengetatan ini diperkirakan akan membawa OCR mencapai level 3,00% pada akhir tahun ini. Kecepatan kenaikan diprediksi tetap bertahap namun pasti untuk memastikan stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga tanpa memicu resesi yang dalam.

Lebih lanjut, tingkat suku bunga terminal atau puncak dari siklus kenaikan ini diperkirakan akan berada di sekitar 3,30%. Untuk mencapai level tersebut, TD Securities memproyeksikan adanya kenaikan tambahan sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Desember 2026 dan Februari 2027. Konsistensi kebijakan ini sangat krusial bagi RBNZ untuk menjaga ekspektasi inflasi jangka panjang masyarakat tetap terjangkar.

Apabila RBNZ memilih untuk menahan suku bunga pada pertemuan mendatang, hal tersebut dinilai justru akan membingungkan pasar. Pesan-pesan kebijakan sebelumnya telah secara konsisten mengisyaratkan perlunya pengetatan lanjutan. Oleh karena itu, Cetro Trading Insight memandang skenario jeda (pause) memiliki probabilitas yang sangat kecil untuk terjadi dalam waktu dekat.

Meskipun ada potensi kenaikan proyeksi inflasi di masa mendatang, untuk pertemuan September ini perubahan proyeksi diperkirakan belum akan terjadi secara drastis. RBNZ kemungkinan besar masih akan mempertahankan asumsi dari proyeksi bulan Mei, mengingat pertumbuhan ekonomi Selandia Baru saat ini masih berjalan sesuai dengan estimasi bank sentral. Pertumbuhan yang moderat ini memberikan ruang bagi pembuat kebijakan untuk bersikap tidak terlalu tergesa-gesa.

Indikator output gap atau selisih antara output aktual dan potensial juga diperkirakan tidak mengalami perubahan material. Jalur output gap yang tetap negatif menunjukkan bahwa kapasitas ekonomi belum mengalami tekanan yang berlebihan. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa RBNZ tidak perlu menaikkan suku bunga jauh melampaui target terminal di level 3,30% yang telah diproyeksikan sebelumnya.

Bagi para trader di aplikasi yang ditayangkan di web Cetro, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun strategi perdagangan pada pasangan mata uang NZD/USD. Dengan fundamental yang mendukung penguatan NZD akibat prospek suku bunga yang lebih tinggi, posisi beli (buy) dapat dipertimbangkan dengan manajemen risiko yang terukur. Tetap perhatikan sentimen global dan rilis data ekonomi AS yang dapat mempengaruhi pergerakan dolar secara keseluruhan.

banner footer