
Pasangan mata uang EUR/USD terpantau bergerak melemah tipis pada perdagangan hari Jumat seiring dengan sikap hati-hati para pelaku pasar global. Mayoritas investor cenderung menahan diri untuk tidak membuka posisi dalam skala besar menjelang pidato penting dari Kevin Warsh di Jackson Hole Symposium. Fokus pasar tertuju pada arah kebijakan moneter AS ke depan yang diperkirakan akan tetap ketat akibat tekanan inflasi yang masih membangkang.
Dolar AS mendapatkan dukungan kuat dari pernyataan sejumlah pejabat penting Federal Reserve yang secara konsisten menyuarakan pentingnya pengetatan moneter. Data inflasi domestik terbaru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa tekanan harga konsumen masih bertahan jauh di atas target jangka panjang bank sentral. Kondisi ini memperkuat posisi greenback sebagai aset safe haven pilihan utama dalam jangka pendek.
Hingga saat ini, Cetro Trading Insight memantau pergerakan EUR/USD yang terus berada dalam tekanan jual. Ketidakpastian politik dan ekonomi di kawasan Eropa turut memperberat langkah mata uang tunggal Euro untuk bangkit dari zona merah. Para pelaku pasar kini bersiap menghadapi volatilitas tinggi yang mungkin terjadi begitu pidato resmi dirilis ke publik.
Presiden Fed Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa sudah saatnya bagi bank sentral untuk bertindak lebih agresif guna meredam laju kenaikan harga. Beliau memperingatkan bahwa menunda kenaikan suku bunga acuan justru berisiko menimbulkan dampak ekonomi yang lebih menyakitkan di masa depan. Berdasarkan proyeksi internal, inflasi AS berpotensi menutup akhir tahun di kisaran angka 3%, yang masih melampaui target ideal sebesar 2%.
Di sisi lain, Presiden Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, juga memberikan pandangan senada mengenai tantangan inflasi yang persisten ini. Beliau menekankan perlunya evaluasi berkala terhadap seluruh instrumen kebijakan untuk mengembalikan stabilitas harga di pasar domestik. Pernyataan-pernyataan tersebut memberikan sinyal kuat bahwa suku bunga tinggi kemungkinan besar akan bertahan lebih lama dari perkiraan pasar sebelumnya.
Pidato Kevin Warsh pada akhir pekan ini diproyeksikan akan menjadi katalis utama bagi arah pergerakan EUR/USD berikutnya. Jika pidato tersebut mengonfirmasi kebutuhan mendesak untuk menjaga kebijakan moneter tetap ketat, maka penguatan Dolar AS dapat terus berlanjut. Sebaliknya, pendekatan yang lebih berhati-hati dari sang pejabat berpotensi memberikan ruang bernapas bagi Euro untuk melakukan koreksi naik.
Berdasarkan grafik satu jam, pasangan EUR/USD saat ini ditransaksikan di kisaran 1.1643 dengan kecenderungan bearish yang cukup jelas. Pergerakan harga terpantau konsisten berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 100-periode pada level 1.1658 serta SMA 200-periode di level 1.1655. Selain itu, garis tren resistensi menurun di area 1.1667 masih membatasi setiap upaya pemulihan harga yang signifikan.
Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di area 44, yang menunjukkan dominasi penjual masih cukup kuat tanpa adanya sinyal jenuh jual yang ekstrem. Level resistensi terdekat berada pada klaster SMA 200 dan SMA 100 di kisaran 1.1655 hingga 1.1658. Penembusan yang valid dan konsisten di atas area konsolidasi ini sangat dibutuhkan oleh pembeli untuk dapat menargetkan level psikologis berikutnya di sekitar 1.1711.
Untuk skenario penurunan, level support horizontal terdekat yang perlu diperhatikan berada pada batas 1.1614. Jika harga mampu menembus ke bawah level support krusial tersebut, maka momentum bearish diperkirakan akan semakin terakselerasi. Penurunan lebih lanjut dapat membuka jalan bagi EUR/USD untuk menguji area support yang lebih rendah dalam jangka menengah.