Kinerja dolar AS tetap kuat pada penutupan pekan seiring keluarnya data rilis utama yang menjadi fokus pasar global. Indeks DXY bertahan di sekitar level 97.80 dan mencatat kenaikan mingguan sekitar satu persen meski beberapa indikator menunjukkan kompleksitas arah mata uang utama. Peningkatan tekanan inflasi tercermin dari kenaikan 3 persen PCE inti Desember secara tahunan, memberi dukungan bagi USD meskipun dinamika GDP Q4 yang lebih lemah menambah ketidakpastian sendi-sendi pasar.
Para pelaku pasar menimbang rilis data kalender mendatang seperti pesanan pabrik Desember, ADP Employment Change, Housing Price Index, dan Consumer Confidence Februari. Data ini berpotensi mengubah peluang pelaku pasar terhadap pergerakan dolar, terutama jika volatilitas meningkat menjelang rilis utama. Rilis ini juga akan mempengaruhi sentimen risiko secara global dan arah perdagangan pasangan utama.
Secara teknikal, DXY berada di dekat 97.80 dengan potensi pergerakan lebih lanjut tergantung kejutan data dan komentar kebijakan. Pelemahan dolar akan membutuhkan konfirmasi dari data yang datang atau pernyataan terkait kebijakan moneter, sedangkan potensi penguatan baru lebih mungkin jika data inflasi dan aktivitas ekonomi tetap kuat. Risiko pasar tetap dipengaruhi oleh dinamika pasar obligasi dan suasana risk-on/risk-off secara umum.
EURUSD diperdagangkan mendekati 1.1780 setelah berita bahwa Mahkamah Agung AS menolak sebagian kebijakan tarif tertentu, menambah variabel baru bagi pergerakan pasangan ini. Reaksi pasar terhadap berita tersebut mencerminkan kombinasi risiko politik dan ekspektasi kebijakan moneter yang berbeda antara Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa. Pasar tetap memperhatikan tanda-tanda keseimbangan antara pertumbuhan dan inflasi di kedua wilayah.
Kalender data di Jerman dan zona euro menjadi fokus utama pekan ini. Senin, German IFO dan CPI Januari Italia menjadi sorotan; Rabu, GDP Jerman dan survei kepercayaan konsumen GfK akan menjadi titik masuk utama. Kamis, Eurozone February Business Climate, Consumer Confidence, dan Economic Sentiment Indicator juga dinilai akan memicu volatilitas di EURUSD. Akhir pekan, data pengangguran Jerman dan HICP zona euro dapat menambah tekanan pada pergerakan pasangan tersebut.
Secara teknikal, pergerakan EURUSD sangat bergantung pada arah data AS dan eurozone. Jika data AS melemah, dukungan bagi EURUSD dapat meningkat seiring ekspektasi pelonggaran kebijakan AS; sebaliknya, data AS yang kuat bisa menekan pasangan ini. Katalis utama adalah klaim inflasi dan pertumbuhan yang muncul dari rilis data minggu ini serta komentar para bank sentral yang akan memandu langkah kebijakan selanjutnya.
Beberapa pasangan utama menunjukkan dinamika berbeda di tengah kalender rilis data global. USDJPY berada di sekitar 155.10 dan sempat menguat namun gains berkurang setelah data AS yang lebih lemah. GBPUSD berada di sekitar 1.3490, turun karena harapan pemotongan suku bunga BoE di bulan depan. AUDUSD berada di sekitar 0.7080 meski sempat berfluktuasi di sepanjang sesi.
Kalender pekan ini mencakup rilis Private Capital Expenditure Australia, CPI Jepang untuk Januari, dan data Current Account Kanada. Selain itu, pernyataan pejabat bank sentral seperti Goolsbee, Lagarde, Bowman, serta keputusan kebijakan BoE dan ECB akan menjadi pendorong utama sentimen pasar. Pasar juga menantikan data harga produksi AS dan indeks harga konsumen di beberapa negara sebagai panduan arah kebijakan.
Di tengah ketidakpastian, para pelaku pasar disarankan memperhatikan rilis data utama dan komentar bank sentral sambil menjaga manajemen risiko. Laporan dan analisis dari Cetro Trading Insight menekankan pentingnya kesadaran terhadap potensi volatilitas dan peluang trading yang muncul dari peta data yang terus berubah.