
Bank sentral AS, Federal Reserve, mempertahankan suku bunga pada kisaran 3.50–3.75 persen pada pertemuan Juli. Meskipun tidak ada perubahan kebijakan, pernyataan pejabat Fed mengindikasikan arah kebijakan yang lebih tegas terhadap inflasi dan biaya energi yang lebih tinggi.
Dengan tiga anggota Dewan Fed yang memberikan suara menentang kenaikan, para analis menilai peluang kenaikan lagi pada September tetap ada. Gelombang komentar hawkish ini menambah peluang bagi dolar untuk mempertahankan tenaga dorongnya terhadap mata uang utama.
Di sisi lain, risiko geopolitik di Timur Tengah menambah faktor pendukung bagi Greenback. Ketegangan ini bisa memicu pergerakan dolar yang lebih luas, meski BoJ diperkirakan mempertahankan kebijakan pada pertemuan Jumat dan menjaga peluang untuk langkah berikutnya jika diperlukan.
USD/JPY akhirnya bergerak lebih tinggi ke sekitar 163.50 pada sesi Asia Kamis, mengikuti dorongan dolar AS yang didorong oleh kebijakan Fed. Pergerakan ini menunjukkan respons pasar terhadap ekspektasi hawkish terhadap inflasi dan dinamika suku bunga.
Investors menantikan keputusan BoJ hari Jumat, dengan pelaku pasar memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga pada level 1.0 persen. Namun komunikasi yang lebih tegas dari BoJ bisa memperketat ekspektasi terhadap yen jika para policymaker menunjukkan kesiapan untuk menyesuaikan jalur kebijakan di masa depan.
Beberapa analis menilai tekanan pada yen bisa meningkat jika BoJ memberikan sinyal tetap waspada terhadap risiko inflasi yang melampaui target. Pasar juga menyoroti bagaimana dinamika risiko global, seperti kebijakan energi dan konflik regional, dapat mempengaruhi arah pasangan USDJPY.
Strategi perdagangan menyasar posisi beli USDJPY ketika harga bergerak sekitar 163.50. Analisis fundamental menunjukkan dolar mendapat dukungan dari kebijakan Fed yang hawkish dan ekspektasi BoJ yang tidak berubah. Trader disarankan fokus pada dinamika inflasi dan risiko geopolitik untuk konfirmasi arah.
Target keuntungan ditetapkan sekitar 167.50 untuk menjaga rasio risiko-imbalan yang layak. Stop loss ditempatkan di sekitar 161.50 untuk membatasi kerugian jika pasar berbalik arah. Rasio risiko-imbalan 2.0:1 dinilai memadai mengingat volatilitas yang mungkin meningkat sepanjang sisa pekan.
Menurut Cetro Trading Insight, rekomendasi ini bersifat asumsi berdasarkan lanskap kebijakan terkini dan perlu disesuaikan dengan realisasi data. Pelaku pasar disarankan memantau rilis indikator ekonomi AS dan Jepang yang dapat memicu pergerakan signifikan. Rencana ini juga menyarankan mengikuti manajemen risiko yang disiplin.