Aluminium Menguat: Pasokan Global Terkait Konflik Timur Tengah dan PMI China Positif | Cetro Trading Insight

Aluminium Menguat: Pasokan Global Terkait Konflik Timur Tengah dan PMI China Positif | Cetro Trading Insight

Signal /BUY
Open3458.5
TP3576.25
SL3380
trading sekarang

Logam dasar menguat pada perdagangan Selasa, dipimpin aluminium. Ketegangan pasokan akibat konflik Timur Tengah meningkatkan risiko bagi rantai suplai global. Menurut Cetro Trading Insight, pasar cenderung menilai potensi gangguan pasokan jangka panjang lebih besar ketimbang gelombang fluktuasi singkat.

Di pasar berjangka, aluminium di Shanghai Futures Exchange (SHFE) naik 1,16 persen menjadi 24.810 yuan per ton, sedangkan aluminium tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 1,69 persen menjadi USD 3.458,50 per ton. Pergerakan ini mencerminkan ekspektasi bahwa gangguan pasokan bisa bertahan meski tensi perang mereda. Persediaan fisik yang menipis juga menjadi dukungan harga.

Serangan terhadap dua smelter utama di Teluk, Aluminium Bahrain dan Emirates Global Aluminium, meningkatkan risiko gangguan pasokan global sekitar 8 persen. Belum ada pembaruan operasional dari kedua perusahaan tersebut pasca kejadian. Sementara itu, persediaan aluminium di gudang LME tercatat menurun ke level terendah sejak Juli tahun lalu.

Di sisi permintaan, PMI manufaktur China untuk Maret menunjukkan perbaikan signifikan dengan pembacaan resmi 50,4, menandai ekspansi aktivitas industri. Hasil itu menambah keyakinan bahwa permintaan logam dasar di negara konsumen utama tetap kuat. Analisis dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa momentum ini bisa membantu menjaga tren harga ke depan.

Pemulihan produksi di China dan dukungan kebijakan ekonomi meningkatkan prospek permintaan aluminium. Data PMI yang bertumbuh menambah kepercayaan bahwa kebutuhan logam industri akan berlanjut positif di kuartal ini. Dengan demikian, pasar mencermati potensi dampak positif terhadap harga logam mulia ini.

Para analis melihat sinyal permintaan China bisa menopang tren harga jangka menengah. Pemulihan sektor manufaktur di Asia Timur diperkirakan mendorong penggunaan aluminium di sektor konstruksi dan manufaktur. Meski demikian, volatilitas pasar tetap ada karena faktor geopolitik dan dinamika pasar bahan mentah.

Kondisi Pasar Fisik dan Pergerakan Logam Lainnya

Pasar fisik menunjukkan tanda kekurangan persediaan; persediaan aluminium di gudang LME turun ke 418.675 ton per 27 Maret, level terendah sejak Juli tahun lalu. Penurunan stok memperkuat tekanan harga seiring permintaan tetap kuat. Proyeksi pasokan global juga tetap rentan akibat konflik regional yang berlanjut.

Di pasar logam lain di SHFE, pergerakannya bervariasi; tembaga naik 0,24 persen, seng naik 0,49 persen, timbal naik 0,18 persen, nikel turun 0,35 persen, dan timah melonjak 1,62 persen. Pergerakan lintas logam ini mencerminkan reaksi pasar terhadap dinamika pasokan serta data ekonomi regional. Investor sering memantau korelasi antar logam untuk mengantisipasi perubahan arah harga.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor pasokan fisik dan permintaan global mendukung kelanjutan tren kenaikan aluminium, meski volatilitas pasar tetap tinggi. Dengan tetap memantau pembaruan operasional smelter, serta data manufaktur regional lain, pelaku pasar dapat menilai arah tren secara lebih akurat. Risiko harga tetap ada, tetapi posisi long pada aluminium terlihat menarik jika tren pasokan tetap ketat.

broker terbaik indonesia