Laporan ini disusun oleh tim Cetro Trading Insight. Analisis Nomura Global Markets Research menunjukkan inflasi harga konsumen UK yoy Februari tetap di 3.0%. Angka ini tidak sesuai ekspektasi sebagian pihak yang memperkirakan penurunan menjadi 2.9%, tetapi sejajar dengan konsensus serta proyeksi Bank of England BoE. Fokus pasar tetap pada dinamika inflasi inti dan tekanan pada layanan yang masih tinggi.
Penekanan utama terletak pada komponen layanan meski inflasi inti menunjukkan pelonggaran kecil. Laju inflasi untuk sektor layanan yang tidak terlalu volatil turun menjadi 0.24 persen secara bulanan pada Februari, turun dari 0.51 persen pada Januari. Meskipun tren tiga bulan masih tinggi, perubahan Februari mengarah ke arah yang lebih moderat.
Tak lama setelah rilis inflasi Februari, data tidak secara langsung mengubah arah kebijakan, apalagi dengan adanya risiko eksternal seperti konflik Iran yang diperkirakan menambah tekanan pada harga energi mulai Maret. Beberapa pengukuran harga pompa bensin menunjukkan tekanan harga lebih tinggi di bulan berjalan, menambah ketidakpastian bagi proyeksi kebijakan.
Dalam laporan terbaru, BoE menunjukkan komitmen untuk menahan suku bunga dan menjaga kebijakan pada level saat ini sepanjang horizon proyeksi. Pada pertemuan MPC di Maret, inflasi diperkirakan lebih tinggi daripada proyeksi Februari, dengan revisi inflasi menjadi sekitar 3.5 persen y/y.
Proyeksi CPI kuartal kedua juga direvisi naik menjadi sekitar 3.0 persen, dibandingkan 2.1 persen sebelumnya. Perkembangan harga energi menunjukkan potensi inflasi menuju 3.5 persen pada kuartal ketiga, menandai peningkatan risiko bagi daya beli rumah tangga dan volatilitas nilai tukar Poundsterling.
Terlepas dari dinamika tersebut, konflik regional yang berdampak pada harga energi global membuat kebijakan BoE cenderung netral dalam jangka pendek meski tekanan inflasi bisa naik lagi. Pasar perlu terus memantau pergerakan harga energi dan respons kebijakan karena faktor ini berpotensi mendorong volatilitas pasar mata uang.