AUD/JPY melemah pada hari kedua berturut-turut, diperdagangkan sekitar 110.60 saat jam Asia, setelah meningkatnya kekhawatiran risiko menekan pasar. Pelemahan ini menambah tekanan bagi pasangan mata uang utama yang sensitif terhadap aliran modal risiko.
Kekhawatiran geopolitik meningkat setelah serangan Israel terhadap Teheran dan gesekan terkait eskalasi regional mendorong investor mencari perlindungan di aset safe haven. Pergerakan di AUD/JPY cenderung tertekan seiring kembalinya fokus pada risiko geopolitik dan aliran likuiditas global yang menurun.
Meski tekanan turun terlihat, beberapa analis menyatakan downside pada AUD/JPY bisa dibatasi karena yen Jepang tetap berada dalam tekanan akibat data inflasi Jepang yang lebih lemah dan prospek kebijakan yang masih tidak jelas. Pasar menantikan petunjuk dari data inflasi terbaru untuk sinyal arah berikutnya.
Inflasi Jepang untuk Februari tumbuh 1.3 persen secara tahunan, lebih rendah dari target 2 persen dan menjadi level terendah sejak Maret 2022. Angka ini menambah tekanan bagi Bank of Japan untuk mempertahankan kebijakan ultra longgar.
Inflasi inti, yang tidak mencakup makanan segar, berada di 1.6 persen YoY, turun dari 2.0 persen, dan berada di bawah konsensus. Sinyal ini menambah keraguan terhadap pemulihan inflasi secara signifikan dalam waktu dekat.
Sementara Australia memperlihatkan dinamika PMI yang mengejutkan pasar: S&P Global Flash Composite PMI turun menjadi 47.0 pada Maret dari 52.4 pada Februari, menandakan kontraksi. Layanan PMI turun menjadi 46.6 sementara manufaktur berada di nyaris stabil di 50.1, dan pasar menantikan laporan inflasi hari Rabu dengan trimmed mean CPI diperkirakan 3.4 persen dan CPI headline 3.8 persen.
Perkembangan saat ini menunjukkan pasar tetap sensitif terhadap gejolak geopolitik, data inflasi Jepang, dan dinamika manufaktur Australia. Arah AUD/JPY akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana investor menilai risiko global dan ekspektasi kebijakan Bank of Japan serta Bank of Australia.
Secara teknikal dan fundamental, tidak ada sinyal trading yang jelas dari artikel ini karena data yang bertentangan dan ketidakpastian geopolitik. Maka sinyal trading diset ke no dengan level yang tidak ada.
Investor disarankan memantau pergerakan AUD/JPY di sekitar level teknikal utama, sambil mengikuti rilis inflasi Jepang dan Australia untuk menilai potensi pembalikan atau kelanjutan tren. Fokus utama tetap pada dinamika risiko global dan prospek inflasi dalam beberapa kuartal ke depan.