Dolar Australia menunjukkan kekuatan terhadap USD untuk hari ketiga berturut-turut, mencerminkan pergeseran sentimen investor dan pemulihan ekonomi yang berlanjut. Pergerakan ini didukung oleh dinamika pasar yang saat ini cenderung optimis terhadap prospek ekonomi Australia maupun ekspor negara tersebut. Kondisi ini membantu AUD masuk ke zona yang lebih kuat dibandingkan beberapa mata uang utama lainnya.
Indeks Ekonomi Utama Westpac-Melbourne Institute untuk Australia naik 0,1% secara bulanan pada Desember 2025, menandai kelanjutan pemulihan yang telah terlihat sepanjang tahun. Enhancemen ini terjadi meski pertumbuhan tahunan yang dianalisis selama enam bulan meningkat dari 0,20% menjadi 0,42%, menunjukkan momentum positif yang berkelanjutan menuju 2026. Pasar juga memperhatikan bagaimana momentum ini bisa mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter terkait inflasi yang masih berada di atas target.
Di sisi lain, tekanan inflasi global dan dinamika hubungan AS-Greenland serta sektor perdagangan internasional menambah volatilitas di pasar. Meski demikian, Dolar AS melemah akibat kekhawatiran tersebut, memberikan AUD ruang untuk mengambil inisiatif di pasangan AUD/USD. Perhatian juga tertuju pada kebijakan moneter di kawasan Tiongkok dan negara lainnya yang berperan sebagai mitra dagang utama Australia.
Secara teknis, AUDUSD saat ini berada di sekitar 0,6740 dengan harga bergerak di atas Exponential Moving Average (EMA) sembilan hari, yang memberi sinyal bias bullish untuk jangka pendek. Indikator Momentum seperti RSI 14-hari berada di sekitar 63, menunjukkan kekuatan lingkup kenaikan yang masih terjaga. Struktur harga menunjukkan potensi pergerakan lanjut jika momentum tetap terjaga.
Target teknis utama berada di 0,6766, level tertinggi sekitar 15 bulan yang dapat menjadi titik penghalang bagi pelaku pasar bila uptrend berlanjut. Jika momentum dipertahankan, harga berpeluang menembus resistance tersebut dan melanjutkan kenaikan menuju rentang lebih tinggi. Namun volatilitas tetap ada karena faktor fundamental global yang terus berkembang.
Support terdekat berada di EMA sembilan hari sekitar 0,6712, dengan EMA 50-hari di sekitar 0,6651 sebagai bantalan tambahan. Penutupan di bawah tingkat ini dapat menekan AUD ke wilayah 0,6414 sebagai target jangka menengah. Skenario upside tetap lebih dominan jika level 0,6766 berhasil ditembus.
Gula kebijakan moneter Australia tetap menjadi faktor utama di tengah proyeksi inflasi yang berada di atas target 2-3% dalam beberapa periode terakhir. Meskipun data inflasi inti telah menunjukkan perbaikan, para pembuat kebijakan memperkirakan hanya ada satu penurunan suku bunga tambahan pada tahun ini, dengan inflasi inti diperkirakan tetap di atas 3% dalam waktu dekat sebelum mereda mendekati 2,6% pada 2027. Hal ini menambah nuansa kehati-hatian namun tetap memberi dukungan bagi AUD jika data inflasi global melanjutkan tren mereda.
Faktor eksternal seperti kebijakan Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) dan dinamika perdagangan internasional turut berpengaruh. PBOC menahan suku bunga dasar, dengan LPR satu tahun dan lima tahun masing-masing di 3,00% dan 3,50%, yang menambah konteks bagi permintaan impor Australia. Karena Tiongkok adalah mitra dagang utama Australia, perubahan kebijakan atau pertumbuhan ekonomi di sana dapat memicu respons pada AUD.
Selain itu, ketegangan geopolitik antara AS dan Uni Eropa serta ekspektasi pasar terhadap langkah Fed turut menciptakan volatilitas. Data tenaga kerja Amerika Serikat dan komentar pejabat Fed memengaruhi prospek suku bunga, sementara dinamika ekonomi global memicu risiko gejolak harga. Secara keseluruhan, agar sinyal beli tetap relevan, diperlukan momentum teknis yang berkelanjutan dan konfirmasi dari pergerakan harga di atas level kunci.