Commerzbank, dipimpin Chief Economist Jörg Krämer, memangkas proyeksi pertumbuhan eurozone untuk 2026 dari 0.9% menjadi 0.6%. Revisi ini dipicu oleh eskalasi ketegangan di wilayah Timur Tengah yang menambah risiko bagi pemulihan ekonomi. Bank berargumen bahwa momentum pemulihan eurozone tidak lagi terlihat sebagai tanda pemulihan inti.
Klaim bahwa ECB akan menaikkan suku bunga secara bertahap tampaknya terlalu optimis menurut mereka. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. Mereka memperkirakan laju kenaikan yang lebih lambat daripada yang telah dipotret pasar futures. Selain itu, faktor geopolitik dan inflasi tetap menjadi penentu jalur kebijakan di masa mendatang.
Dalam proyeksi EURUSD, Commerzbank menyiratkan rebound setelah konflik berakhir. Menurut mereka, dolar akan melemah karena pelonggaran kebijakan AS yang berlebihan dan kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve. Targetnya EURUSD mendekati 1.21 menjelang pertengahan 2027.
Dari sisi kebijakan moneter, ECB diperkirakan melakukan jauh lebih sedikit kenaikan suku bunga dibandingkan dengan apa yang diperkirakan pasar berjangka. Hal ini menjelaskan perubahan ekspektasi bagi euro dan menurunkan tekanan pada kursnya. Dengan demikian, jalur kebijakan moneter ECB diperkirakan lebih lunak dalam beberapa kuartal ke depan.
Sementara itu, Federal Reserve diperkirakan melakukan pemotongan suku bunga lebih banyak dibandingkan ekspektasi pasar. Namun pemotongan tersebut kemungkinan tertunda karena inflasi yang lebih tinggi dari target. Ketidakpastian kebijakan ini menjaga volatilitas dolar tetap tinggi dan menambah kompleksitas strategi perdagangan.
Dalam skema jangka menengah, EURUSD diperkirakan naik setelah perang berakhir dan terus menguat pada kuartal-kuartal berikutnya. Target 1.21 untuk pertengahan 2027 mencerminkan harapan bahwa dinamika kebijakan moneter akan mendukung euro. Faktor lain seperti siklus ekonomi dan potensi stimulus fiskal turut menjadi pendorong utama.
Para investor dan trader FX perlu menilai risiko geopolitik dan volatilitas yang bisa melonjak akibat peristiwa regional. Strategi manajemen risiko yang tepat menjadi kunci dalam memperkecil dampak kejutan pasar. Analisis fundamental tetap menjadi kerangka utama dalam menyikapi perubahan kebijakan global.
Meskipun arah umum cenderung naik untuk EURUSD, tanpa harga saat ini, rekomendasi trading harus berhati-hati. Investor disarankan menunggu konfirmasi data ekonomi sebelum mengambil langkah berisiko. Selain itu, pergerakan volatilitas tinggi dapat menghasilkan jeda dan pullback singkat yang perlu diperhatikan.
Kebijakan manajemen risiko sebaiknya mengadopsi rasio risiko-keuntungan minimal 1:1,5 dan membatasi eksposur sesuai toleransi risiko. Karena sinyal trading pada artikel ini dinyatakan no, fokus sebaiknya pada evaluasi risiko dan pelaksanaan rencana perdagangan yang terukur. Pembelajaran dari analisis ini adalah pentingnya memahami bagaimana perubahan kebijakan global membentuk arah pasangan mata uang utama.