Dow Jones futures turun sekitar 0,39 persen di bawah level 46.550 pada jam perdagangan Eropa, sementara kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 melemah masing-masing sekitar 0,40 persen dan 0,44 persen menuju kisaran 6.610 dan 24.250. Sentimen pasar tampak berhati-hati menjelang pembukaan pasar AS pada hari kerja berikutnya.
Kemunculan kekhawatiran seputar eskalasi regional dan prospek resolusi konflik Timur Tengah memicu volatilitas di pasar global. Pelaku pasar menilai potensi gangguan pasokan dan gejolak geopolitik sebagai pemicu risiko yang beriringan dengan fluktuasi harga minyak dan imbal hasil obligasi.
Di sisi lain, militer Israel melaporkan serangan terhadap Isfahan di Iran, menandai eskalasi lebih lanjut. Para analis menyatakan bahwa kebijakan moneter menghadapi gangguan akibat lonjakan harga minyak yang dipicu konflik, sementara Fed dikatakan berada dalam posisi menahan suku bunga sambil menyisakan ruang untuk penyesuaian di kemudian hari.
TD Securities mencatat bahwa Federal Reserve menghadapi sinyal campuran karena perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang tetap dinamis, sedangkan suasana geopolitik menambah ketidakpastian. Komponen minyak yang dipicu konflik memberikan tekanan tambahan pada kinerja ekonomi dan jalur kebijakan moneter.
Mereka memperkirakan kebijakan Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam beberapa waktu dekat, namun menyisakan kemungkinan pemotongan suku bunga pada akhir 2026 jika kondisi pasar membaik. Proyeksi ini mencerminkan ketidakpastian arah kebijakan di masa mendatang.
Sementara itu, saham AS sempat berakhir lebih tinggi pada hari Rabu berkat pembalikan harga minyak yang moderat, dengan Dow Jones menguat sekitar 0,66 persen, S&P 500 +0,54 persen, dan Nasdaq 100 +0,77 persen. Kinerja tersebut menambah nuansa campuran antara faktor fundamental dan sentimen teknikal di pasar sekarang.
Investors kini memfokuskan klaim pengangguran awal mingguan dan pidato beberapa pejabat Fed untuk menilai arah kebijakan berikutnya. Data tersebut diperkirakan akan membentuk reaksi pasar terhadap risiko geopolitik dan dinamika harga minyak, serta panduan kebijakan bank sentral ke depan.
Dengan risiko geopolitik tetap ada dan volatilitas harga energi tetap tinggi, para pelaku pasar disarankan berhati-hati dan mengelola eksposur. Secara teknikal, pergerakan indeks berjangka menunjukkan tekanan, meskipun pembacaan harga minyak belakangan cenderung stabil.
Investor kini memfokuskan klaim pengangguran awal mingguan dan pidato beberapa pejabat Fed untuk menilai arah kebijakan berikutnya. Data dan pernyataan pejabat tersebut diperkirakan akan membentuk reaksi pasar terhadap risiko geopolitik dan dinamika harga minyak di masa mendatang.