Indeks DXY berada di sekitar 100.30 setelah mencoba memanfaatkan kenaikan di Asia. Ketakutan terhadap inflasi terus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan nada kebijakan yang hawkish meskipun ada tekanan dari harga energi. Kondisi ini cenderung membatasi kerugian bagi Greenback dan menjaga dinamika pemulihan yang terukur.
Dari sisi teknis, respons turun intraday membentuk pola double top bearish pada grafik 4 jam. Meskipun demikian, indikator MACD tetap berada di zona positif meskipun garisnya mulai mendekati garis sinyal, menandakan momentum yang masih ada namun cenderung melambat. RSI berada pada kisaran 60, sehingga ruang bagi pelemahan berkurang dan ada peluang perbaikan secara bertahap.
Tren mendasar menunjukkan DXY berada di atas 100-period EMA pada kerangka 4 jam, menggarisbawahi tren yang lebih positif setelah dasar akhir Desember di sekitar 99.10. Kondisi ini mendukung pandangan bahwa potensi perbaikan dapat berlanjut jika harga berhasil mempertahankan diri di atas level kunci, meskipun ada risiko koreksi jangka pendek.
Level resistance terdekat terlihat di sekitar 100.20, dengan target upside berikutnya sekitar 100.50 jika tekanan pembeli menguat. Di sisi bawah, area dukungan berada di 99.70 dan 99.40 berfungsi sebagai lantai yang lebih kuat jika momentum melemah. Pergerakan volatilitas yang moderat tetap menjadi kenyataan, didukung oleh indikator teknikal yang menunjukkan dinamika yang sedang berkembang.
Dari sudut pandang teknis, menembus 100.20 ke atas akan membuka peluang bullish yang lebih jelas, sementara menembus 99.70 akan menandakan kehilangan momentum dan fokus bergeser ke zona dukungan berikutnya. MACD masih berada di wilayah positif meskipun sinyalnya sedang melambat, sedangkan RSI pada level moderat menambah konteks bahwa pergerakan lebih lanjut bisa berjalan tanpa overbought.
Faktor eksternal berupa prospek inflasi tetap menjadi penentu utama, sementara harga energi dan respons kebijakan moneter global turut membentuk sisi teknis. Karena dinamika pasar sangat bergantung pada data ekonomi terkini, pergerakan DXY bisa terus menunjukkan variasi kecil namun tetap rentan terhadap kejutan kebijakan moneter.
Garis sinyal utama adalah peluang beli jika DXY berhasil menembus 100.20 dari level sekitar 100.30. Poin masuk yang disarankan adalah sekitar 100.30, dengan target pertama di 100.50 dan stop loss di 100.20, menjaga rasio risikoimbalan minimal sekitar 1 banding 2. Skenario ini sejalan dengan ekspektasi bahwa move breakout di atas level resistance tersebut akan menegaskan arah bullish jangka pendek.
Penempatan take profit di 100.50 memberikan ruang upside yang relatif jelas, sedangkan stop loss di 100.20 membatasi risiko pada pergerakan intraday. Strategi ini kompatibel dengan asumsi bahwa momentum akan bertahan jika harga mampu mempertahankan diri di atas 100.20 dalam beberapa sesi ke depan.
Walau terlihat jelas secara teknis, pembaca disarankan tetap berhati hati karena pergerakan DXY sangat dipengaruhi kebijakan Fed, harga energi, dan data inflasi. Tim Cetro Trading Insight menekankan pentingnya manajemen risiko yang tepat dan pemantauan pembaruan berita terkait kebijakan moneter untuk menimbang sinyal ini secara berkelanjutan.