Para analis ING, Michiel Tukker dan Benjamin Schroeder, mencatat pasar terus memegang ekspektasi dua hingga tiga kenaikan suku bunga ECB pada 2026. Probabilitas untuk April tetap tinggi meski berubah-ubah. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, dan mereka menekankan ECB perlu menyeimbangkan ketergantungan pada data dengan pengelolaan ekspektasi di seluruh kurva suku bunga.
Minyak tetap menjadi variabel utama bagi jalur kebijakan, karena tekanan harga energi bisa memperluas inflasi yang terlihat. Risiko kebijakan meningkat jika tekanan harga memperburuk kondisi inflasi inti. Opsi kebijakan dapat melibatkan penyesuaian suku bunga yang bertahap sambil menjaga kepercayaan pasar.
Kondisi pasar menilai bahwa ECB berjalan di garis tipis antara menjaga ekspektasi dan menjaga kestabilan kurva imbal hasil. Imbal hasil jangka panjang dipantau melalui pasar swap inflasi forward yang menunjukkan dinamika hawkish dan dovish yang saling menyeimbangkan. Pada akhirnya, bank sentral dapat memilih langkah menunggu data lebih lanjut untuk menjaga waktu kebijakan.
Harga minyak tidak bergerak banyak sejak awal minggu, sehingga pasar memantau wejangan ECB terkait inflasi dengan seksama. Kestabilan harga energi menahan kecepatan perubahan kebijakan dalam beberapa kuartal terakhir. Ekspektasi pasar tetap mengambil landasan pada data inflasi dan pertumbuhan untuk menilai arah kebijakan.
Harga minyak menjadi sinyal utama; pasar menilai kemungkinan tindakan kebijakan jika harga minyak memicu spiral harga. Pergerakan harga energi dapat memperbesar tekanan pada inflasi dan menambah volatilitas di pasar valuta asing. Pedagang menilai komposisi antara pengetatan kebijakan dan dukungan untuk pertumbuhan.
Prospek April tetap terlihat agresif bagi pasar, meski pernyataan pejabat ECB menekankan kesiapan untuk menilai lebih lanjut sebelum bertindak. Pasar mengutamakan informasi yang lebih lengkap sebelum perubahan kebijakan dilakukan. Ketidakpastian ini menjaga dinamika volatilitas dua arah di pasar obligasi dan valuta asing.
ECB berjalan di atas garis keseimbangan antara harapan pasar dan realitas data ekonomi. Terlalu dovish berisiko membuat ekspektasi inflasi jangka panjang tidak terkendali, sehingga imbal hasil jangka panjang bisa melonjak. Bank sentral perlu menjaga kredibilitas dengan data yang cukup sebelum bertindak.
Kebijakan yang terlalu hawkish juga bisa membebani pertumbuhan karena kekhawatiran terhadap pinjaman dan investasi. Bank sentral perlu menjaga kepercayaan dengan menunjukkan fokus pada informasi yang cukup sebelum bertindak. Pasar menegaskan keinginan untuk ECB memenuhi ekspektasi sambil memberi ruang untuk penyesuaian bertahap guna membeli waktu.
Inti dari dinamika ini adalah keseimbangan antara menanggapi risiko harga spiral dan menahan pertumbuhan ekonomi. Bank sentral mungkin perlu bertindak jika diperlukan untuk menahan tekanan inflasi, namun tetap menjaga fleksibilitas untuk menunda langkah jika data menunjukkan stabilitas harga. Komunikasi yang konsisten antara ECB dan pasar menjadi kunci menjaga kestabilan finansial.