EUR/GBP berada di kisaran mendatar sekitar 0.8650 pada sesi Eropa awal hari Selasa, menunjukkan minimnya tren meski ada gejolak geopolitik dan perubahan ekspektasi kebijakan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberi gambaran yang jelas bagi pembaca awam. Para pelaku pasar menantikan sinyal yang lebih tegas dari bank sentral mengenai arah suku bunga.
Ketidakpastian meningkat karena konflik di Timur Tengah dan dinamika harga energi yang melonjak, sehingga volatilitas menonjol dalam pergerakan pasangan mata uang. Banyak pelaku pasar menimbang apakah ECB akan menindaklanjuti proyeksi kenaikan suku bunga pada April dan Juni. Pasar juga memperhatikan sinyal BoE terkait kesiapan bertindak menghadapi risiko kenaikan biaya pinjaman.
Rilis PMI Perdana untuk Maret dari UK dan zona euro dijadwalkan hari ini, menjadi indikator utama untuk momentum ekonomi dan arah kebijakan ke depan. Angka PMI yang lebih kuat bisa menambah optimisme terhadap pertumbuhan dan mempengaruhi pergerakan EUR/GBP. Sinyal PMI akan memandu pergerakan jangka pendek meskipun pasar tetap caution.
Goldman Sachs dan bank-bank besar lainnya memperkirakan ECB akan dua kali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan April dan Juni. Proyeksi serupa juga datang dari JP Morgan dan Barclays, menunjukkan konsensus pasar yang lebih kuat terhadap jalur kebijakan. Riset tersebut menambah dukungan bagi potensi penguatan euro jika ekspektasi kenaikan akhirnya terwujud.
Walau ECB menahan suku bunga pada pertemuan Maret, tekanan inflasi tetap tinggi karena konflik regional dan lonjakan harga energi. Faktor-faktor ini menjaga tekanan pada kebijakan untuk berubah lebih agresif di depan. Pasar menimbang sinyal lebih lanjut tentang kapan tepatnya kenaikan akan terjadi, sehingga arah EUR terhadap pasangannya tetap rentan terhadap berita utama.
Implikasi kebijakan ECB terhadap pasar valuta asing menambah pentingnya memantau komentar pejabat bank sentral dan data inflasi. Investor juga memperhatikan pernyataan BoE mengenai kesiapan bertindak bila diperlukan untuk menjaga target inflasi. Arah pasangan EUR/GBP menjadi bias naik atau turun tergantung eskalasi risiko geopolitik dan dinamika suku bunga di zona euro.
Di sisi Inggris, BoE mempertahankan suku bunga utama sebesar 3.75% pada pertemuan terakhir sambil menegaskan kesiapan untuk bertindak jika risiko dari perang Timur Tengah meningkat. Keputusan BoE datang seiring fokus investor pada laporan inflasi Februari yang dijadwalkan rilis esok hari. Jika inflasi menunjukkan kejutan positif, pasar bisa menilai bahwa biaya pinjaman akan naik lebih lanjut, mendukung perubahan arah pada GBP.
Analyst memperkirakan CPI Februari akan meningkat 0.4% secara bulanan dibandingkan bulan sebelumnya - angka yang lebih tinggi dari ekspektasi. Angka yang lebih panas bisa memperbesar tekanan terhadap biaya hidup dan mendorong argumen kenaikan suku bunga lebih lanjut dari BoE. Investors akan mengikuti perkembangan ini karena bisa mengubah tempo pergerakan GBP terhadap euro dalam beberapa sesi berikutnya.
Hasil CPI yang kuat bisa mendorong GBP untuk menguat, terutama jika ECB juga menunjukkan jalan kenaikan suku bunga. Namun, perubahan kebijakan di kedua belah pihak bisa memperkecil peluang trending jelas pada EUR/GBP. Analis menekankan perlunya manajemen risiko karena volatilitas bisa meningkat menjelang rilisan data utama.