EUR/GBP diperdagangkan sekitar 0.8680 pada Jumat, menandai penurunan sekitar 0.10 persen dalam hari perdagangan. Pergerakan ini mencerminkan adanya perbedaan prospek ekonomi antara Zona Euro dan Inggris. Investor menimbang dampak kebijakan moneter yang berbeda serta dinamika energi dan geopolitik yang menambah ketidakpastian.
Nilai tukar pasangan ini bergerak di sekitar level 0.8680 saat laporan ditulis, mencerminkan evaluasi pasar terhadap data ekonomi terkini. Data Zona Euro menunjukkan pertumbuhan yang masih moderat meski inflasi mulai melandai. Faktor-faktor eksternal juga membentuk arahan perdagangan hari ini, termasuk dinamika energi dan hubungan perdagangan global.
Keterangan dari media kami, Cetro Trading Insight, menekankan bahwa pergerakan EUR/GBP tetap sensitif terhadap perkembangan di kebijakan Bank Sentral Eropa dan Bank of England. Dalam konteks ini, investor cenderung menunggu sinyal jelas terkait arah kebijakan berikutnya. Risiko geopolitik energi tetap menjadi risiko utama yang bisa memicu volatilitas tambahan.
Produk Domestik Bruto Zona Euro pada kuartal keempat direvisi turun menjadi 0.2% secara QoQ, dibandingkan estimasi awal 0.3% dan turun tipis dari pertumbuhan 0.3% pada kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan mencapai 1.2%, juga direvisi turun dari perkiraan awal. Angka-angka ini menunjukkan momentum ekonomi yang masih terbatas meski inflasi mulai melandai.
Meski demikian, data untuk sepanjang 2025 menunjukkan ekspansi ekonomi Zona Euro mencapai 1.4%, meningkat dari 0.9% di 2024. Kebijakan moneter ECB dihadapkan pada tantangan untuk menjaga inflasi tetap dekat dengan target 2% sambil menimbang sinyal peka terhadap faktor eksternal. Pertemuan terbaru ECB juga menyoroti kemungkinan inflasi jatuh lebih jauh di bawah target jika tekanan energi berlanjut.
Di pihak lain, eskalasi tensi geopolitik antara AS dan Iran menambah risiko bagi prospek global, khususnya bagi Eropa yang sangat bergantung pada impor energi. Dampak potensialnya mencakup volatilitas di pasar energi dan aliran perdagangan internasional. Investor menimbang bagaimana dinamika ini bisa mempengaruhi cost of energy dan pertumbuhan jangka menengah.
Di Inggris, ekspektasi kebijakan moneter telah bergeser. Peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan 19 Maret turun tajam setelah pasar memperlihatkan harga sekitar 20% untuk pemangkasan pada bulan tersebut. Analisis bank-bank swasta menekankan bahwa pemotongan lebih lanjut kemungkinan terjadi hanya pada bagian akhir siklus ini. Sementara itu, Office for Budget Responsibility menurunkan proyeksi pertumbuhan Inggris menjadi 1.1% untuk tahun ini.
Faktor energi yang lebih tinggi berpotensi menambah tekanan inflasi di Inggris, sehingga dinamika kebijakan BoE menjadi kunci untuk arah pasangan EUR/GBP. Sementara pada Uni Eropa, laporan ECB menunjukkan bahwa inflasi berpotensi turun lebih jauh dari target 2%, yang bisa memicu langkah kebijakan yang lebih longgar atau penundaan pemulihan suku bunga di masa depan.
Dalam konteks perdagangan, ekspektasi pasar terhadap jalur kebijakan BoE vs ECB menciptakan risiko dan peluang bagi EUR/GBP. Dengan tingkat volatilitas yang tinggi, peluang jangka pendek tetap ada meski arah utama masih dipertanyakan. Cetro Trading Insight menyarankan para pelaku pasar untuk memperhatikan laporan data ekonomi terbaru dan komentar pejabat bank sentral sebagai panduan utama.