EUR/JPY Terkoreksi di Sekitar 184,00 Seiring Inflasi Tokyo dan Divergensi Kebijakan BoJ-ECB

trading sekarang

Data inflasi Tokyo Februari menunjukkan CPI YoY sebesar 1.6%, melambat dari 1.5% pada bulan sebelumnya. Ukuran inti yang tidak mencakup makanan segar naik 1.8% YoY, sedikit di atas ekspektasi 1.7%, namun turun dari 2% pada bulan sebelumnya. Pembacaan ini menunjukkan tekanan harga tetap ada meski melambat, sehingga BoJ tetap waspada terhadap perkembangan inflasi.

BoJ menegaskan bahwa suku bunga akan bergerak lebih tinggi jika proyeksi ekonomi dan inflasi benar-benar terpenuhi. Anggota dewan menekankan bahwa kenaikan lebih lanjut perlu dilakukan secara bertahap untuk menjaga kestabilan. Pernyataan tersebut menjaga Yen dalam posisi yang mendukung potensi pelemahan EUR/JPY dan membatasi peluang rebound pasangan mata uang ini.

Di sisi mata uang Eropa, pembicaraan soal divergensi kebijakan antara BoJ dan ECB menjadi faktor utama dalam pergerakan jangka pendek EURJPY. Pasar menilai bahwa pergeseran kebijakan yang berbeda akan membentuk arah pergerakan dalam waktu dekat, meski data inflasi Tokyo tetap menjadi fokus utama pasar Yen.

Inflasi zona euro untuk bulan yang sama menunjukkan MoM 0.2% dan YoY 1.9%, sementara ukuran HICP meningkat 0.4% MoM dan 2.0% YoY. Pembacaan ini lebih lemah dari ekspektasi, membuka kemungkinan dorongan kebijakan pelonggaran dari ECB. Perubahan ini menambah dinamika bagi EUR terhadap pasangan silang ini.

Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan bahwa inflasi diperkirakan stabil di sekitar target 2% dalam jangka menengah, sambil menekankan kebijakan akan tetap tergantung data. Para pelaku pasar menilai bahwa data yang lebih lunak dapat memperkuat sinyal pelonggaran, yang cenderung menekan mata uang euro jika diikuti oleh langkah nyata dari bank sentral.

Dinamika ini memperkaya sudut pandang bagi EURJPY, karena pergeseran antara kebijakan BoJ dan ECB menjadi kunci arah pasangan ini. Jika ECB mengambil sikap lebih longgar, EUR bisa melemah terhadap JPY dalam skenario pasar risk-off maupun risiko sentimen, sedangkan BoJ yang berjalan pada jalur hawkish dapat mendorong yen menguat lebih lanjut terhadap euro.

Analisa Teknis dan Prospek Pasar

Harga EURJPY sekitar 184.00 pada penulisan ini, turun sekitar 0.1% secara harian. Yen menguat sejalan dengan pembacaan inflasi Tokyo yang campuran, menambah tekanan ke sisi bawah pada pasangan ini. Dari sisi teknikal, level di sekitar 184.00 menjadi area kunci untuk pengamatan arah jangka pendek.

Perkembangan kebijakan BoJ-ECB dan dinamika risiko global akan menentukan arah berikutnya. Jika ECB memberikan sinyal pelonggaran lebih lanjut, euro bisa tertekan terhadap yen dan mendorong penurunan EURJPY. Sebaliknya, jika BoJ menunjukkan kemantapan dalam kenaikan bertahap, Yen bisa menguat, menambah tekanan pada pasangan ini.

Karena laporan ini tidak menyebutkan level pembuka yang spesifik serta target profit atau stop, rekomendasi trading tidak dapat ditetapkan dari informasi yang ada. Oleh karena itu sinyal yang disediakan adalah no, tanpa rekomendasi open, tp, atau sl yang terlampir.

broker terbaik indonesia