EUR/USD melanjutkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut, mendekati level 1.1730 di sesi Asia. Keadaan tersebut muncul saat dolar AS tampak melemah akibat meningkatnya ketidakpastian terhadap dinamika geopolitik dan risiko pertumbuhan global. Banyak pelaku pasar menilai risiko yang lebih tinggi sebagai pendorong sentimen risiko yang mendukung euro.
Di tengah spekulasi mengenai kebijakan moneter AS, komentar mengenai Greenland dan ancaman tarif terhadap produk UE menambah ketegangan pasar. Para pedagang mengamati kemungkinan respons kebijakan Federal Reserve terhadap dinamika inflasi dan pekerjaan. Kondisi ini membuat para pelaku pasar menimbang peluang jangka pendek bagi gerak EUR/USD.
Data ekonomi Jerman yang diterbitkan menjelang bulan Januari menunjukkan perbaikan yang kuat, dengan Indeks Sentimen Ekonomi ZEW berada di level 59,6. Angka ini menandakan optimisme terhadap pemulihan ekonomi Eropa meski ada ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS. Kombinasi faktor-faktor itu menjadi dukungan bagi euro dalam pergerakan saat ini.
Pedagang menimbang sikap dewan Federal Reserve yang menunjukkan kehati-hatian untuk memperlonggarkan kebijakan tanpa bukti inflasi yang berkelanjutan. Komentar pejabat The Fed menekankan perlunya bukti progres inflasi sebelum langkah pelonggaran lebih lanjut. Hal ini menjaga jalur risiko kebijakan yang lebih ketat bagi dolar AS.
Sementara itu, USD melemah secara umum karena ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan lebih lama atau bergerak lebih rendah jika tidak ada inflasi. Pasar juga menilai gejolak geopolitik global sebagai faktor penambah volatilitas yang dapat mempengaruhi likuiditas dolar. Dalam konteks ini, euro tetap mendapat dukungan dari dinamika ekonomi zona euro.
Indeks ZEW yang lebih kuat menambah kontras antara prospek Eropa dan AS, memperkuat pandangan bahwa euro bisa terus mendapat dukungan dalam beberapa minggu ke depan. Meski ada risiko perdagangan AS-Eropa yang meningkat, data Jerman yang positif menjadi faktor kunci bagi ketahanan pasangan EUR/USD.
Secara teknikal, EUR/USD telah bergerak di atas level psikologis utama sekitar 1.17, menciptakan fondasi tren bullish jangka pendek. Analisis pola harga menunjukkan potensi penerobosan higher-low yang bisa mengarahkan gambar tren ke area 1.1840 jika momentum terjaga. Namun, struktur pasar tetap sensitif terhadap kabar geopolitik dan rilis data AS.
Untuk strategi perdagangan, fokus pada level operasional 1.1730 sebagai titik open, dengan target keuntungan di 1.1840 dan stop loss di 1.1680. Rasio risiko-imbalan yang diharapkan berada di atas 1:1.5 sesuai dengan kebutuhan manajemen risiko. Pelaku pasar disarankan menggunakan ukuran posisi yang sesuai dengan profil risiko serta mempertimbangkan trailing stop setelah mencapai target pertama.
Perlu diingat bahwa arah jangka pendek bisa berubah jika ada kejutan data AS atau perubahan kebijakan global. Oleh karena itu, penting mengatur ekspektasi dan menyesuaikan rencana trading dengan perkembangan berita. Patuhi prinsip manajemen risiko untuk menjaga eksposur terhadap volatilitas yang tinggi dalam pasar mata uang.