EUR/USD berhasil pulih sebagian dari penurunan sebelumnya karena dolar AS melemah sedikit dari level tertinggi harian. Analis mencatat pergerakan ini dibarengi dengan pergerakan risiko yang lebih tenang di pasar energi. Pasangan ini diperdagangkan sekitar 1.1518, setelah sempat turun di bawah 1.1500 pada sesi Eropa.
Keterkaitan laporan tentang serangan di ladang gas Iran Selatan menambah kekhawatiran pasokan energi. Peningkatan inflasi akibat minyak mendorong imbal hasil obligasi AS naik, mendukung posisi dolar. Dalam konteks ini, pergerakan euro terlihat terbatas.
Kini fokus beralih ke keputusan kebijakan Federal Reserve dan panduan masa depan. Pasar telah memperhitungkan bahwa Fed kemungkinan mempertahankan suku bunga 3.50-3.75% pada pertemuan kedua berturut-turut. Analisis teknikal dan fundamental menekankan bahwa arah berikutnya tergantung pada proyeksi SEP dan sinyal Powell.
Kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak mendorong pergeseran risiko di pasar obligasi. Laju imbal hasil AS naik sejalan dengan data PPI yang lebih kuat dari ekspektasi. Pergerakan ini mendukung kekuatan dolar dan mengubah dinamika perdagangan pasangan mata uang utama.
Data PPI Februari menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan. PPI utama naik 0.7% MoM, dengan kenaikan YoY 3.4%. Core PPI naik 0.5% MoM dan 3.9% YoY.
DXY menguat sekitar 99.77, menimbang data dan ketegangan geopolitik. Sementara inflasi inti zona euro menunjukkan dinamika yang lebih stabil, sehingga euro tidak banyak berubah. Pasar menantikan panduan Fed yang akan menentukan arah pasangan laju dolar.
Investors menantikan rilis SEP Fed, terutama dot plot, untuk menilai jalur kebijakan di 2026. Pelaku pasar mencari petunjuk mengenai kapan dan sejauh mana pemangkasan bisa terjadi. Instrumen utama tetap menahan arah buram jika komentar pejabat tidak memberi arahan jelas.
Konteks bahwa pasar sudah memperkirakan Fed menahan suku bunga 3.50-3.75% untuk pertemuan kedua berturut-turut menambah fokus pada petunjuk masa depan. Pembahasan SEP dan panduan Powell akan menjadi pusat perhatian. Output kebijakan mendatang bisa memperkuat dolar jika sinyalnya hawkish.
Jika Fed mempertahankan sikap hawkish atau terlalu optimis terhadap pemangkasan, volatilitas bisa meningkat. Sinyal teknikal menunjukkan bahwa arah jangka pendek masih bergantung pada komentar Powell. Namun, risiko perlu disesuaikan dengan risiko potensi pelonggaran di 2026, meski pasar belum sepenuhnya menggeser ekspektasi.