EUR/USD turun mendekati 1.1490 seiring sentimen risiko melemah; fokus data HICP Jerman untuk kebijakan ECB

EUR/USD turun mendekati 1.1490 seiring sentimen risiko melemah; fokus data HICP Jerman untuk kebijakan ECB

Signal EUR/USDSELL
Open1.149
TP1.130
SL1.152
trading sekarang

EUR/USD melemah mendekati 1.1490 pada pembukaan sesi Asia, mencatat penurunan sekitar 0.15 persen. Pergerakan tersebut mencerminkan pembeli yang lebih berhati-hati dan aliran modal menuju aset berisiko yang lebih rendah di tengah ketidakpastian global.

Di saat itu, indeks Dolar AS (DXY) menguat sekitar 0.15 persen mendekati level 100.35, sedangkan futures S&P 500 turun sekitar 0.5 persen. Penurunan ini menunjukkan suasana risk-off yang sedang melilit pelaku pasar.

Investor juga menantikan data German Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) untuk Maret yang akan dirilis pada siang hari waktu GMT. HICP dipantau sebagai petunjuk utama bagi prospek kebijakan ECB dan arah koridor suku bunga di kawasan euro.

Pernyataan Iran melalui televisi negara memperingatkan bahwa kemungkinan aksi darat AS bisa menjadi 'makanan empuk bagi hiu di teluk Persia', menambah ketidakpastian pasar. Nada retorik ini memperkuat sentimen risiko dan memicu pergerakan mata uang utama ke arah pelemahan.

WSJ melaporkan bahwa Pentagon berencana menambah 10.000 pasukan ke Iran meskipun ada klaim negosiasi oleh Presiden AS. Ketegangan geopolitik meningkat dan biasanya menarik aliran dana ke aset pelindung risiko sambil menekan mata uang berisiko seperti EURUSD.

Selain itu, inflasi energi yang lebih tinggi akibat konflik di Timur Tengah berpotensi menambah beban harga di eurozona. Lonjakan biaya energi berpotensi mengangkat ekspektasi inflasi dan menahan langkah ECB dalam mengubah sikap kebijakan moneter.

Arah Pergerakan ke Depan

Fokus utama investor pada hari ini adalah rilis German HICP untuk Maret pada pukul 12:00 GMT. Angka inflasi Jerman dipantau sebagai indikator utama arah kebijakan ECB dan untuk menilai apakah jalur suku bunga akan melambat atau tetap pada jalurnya.

Jika inflasi tetap tinggi, pasar dapat menahan harapan pemangkasan, bahkan memperparah pelemahan EUR/USD. Pergerakan ke depan akan dipengaruhi oleh bagaimana ECB menanggapi data inflasi, dengan kemungkinan penyesuaian suku bunga dan sinyal terkait prospek kebijakan.

Selain faktor makro, dinamika geopolitik dan volatilitas harga energi akan terus membentuk arah EURUSD. Jika suasana pasar tetap risk-off dan dolar AS menguat, pasangan ini kemungkinan akan mencoba level support berikutnya meskipun data inflasi Jerman dapat menambah volatilitas.

broker terbaik indonesia