Produksi OPEC+ pada Desember tidak mencapai target sebesar 720.000 barel per hari. Laporan bulanan menunjukkan bahwa kekurangan tersebut dipicu oleh kontribusi besar dari Rusia dan Kazakhstan di tengah gangguan berkelanjutan pada infrastruktur produksi. Analisis pasar menekankan bahwa disiplin output negara anggota menjadi faktor utama dalam menjaga ketatnya pasokan global.
Serangan drone Ukraina terhadap terminal ekspor utama Kazakhstan memicu penurunan output yang signifikan, menunjukkan bahwa kelebihan pasokan minyak global mungkin lebih rendah dari perkiraan. Dalam pandangan analis Commerzbank, dinamika pasokan tetap rapuh karena gangguan infrastruktur dan risiko geopolitik, menambah tekanan pada pasar yang sedang menilai seberapa cepat permintaan global dapat pulih dibandingkan proyeksi produksi.
Laporan bulanan OPEC mencatat bahwa produksi minyak OPEC+ Desember sekitar 42,83 juta barel per hari dengan deviasi 720.000 bph dari target. Survei dari S&P Global Energy menghasilkan temuan serupa mengenai penyimpangan pasokan. Rusia menjadi kontributor deviasi negatif terbesar, sementara Kazakhstan juga mengalami penurunan produksi di bawah target tanpa kompensasi, dan para ahli memperkirakan produksi Kazakhstan akan tetap terbatas pada Januari. Reuters juga melaporkan bahwa 12 hari pertama bulan ini produksi Kazakhstan turun sekitar 35% dibanding rata-rata Desember, sementara serangan terhadap beberapa tanker di dekat terminal terkait menambah risiko aliran minyak.
Kombinasi antara tidak terpenuhinya target produksi OPEC+ dan gangguan di rute ekspor berpotensi menambah tekanan harga minyak, meskipun dinamika permintaan global masih menahan momentum. Pasar menilai bahwa ketatnya pasokan dapat memicu rebound harga jika risiko gangguan berlanjut, meskipun beberapa indikator permintaan menunjukkan volatilitas.
Serangan drone dan risiko geopolitik di wilayah Laut Hitam meningkatkan ketidakpastian pasokan, memberikan ruang bagi volatilitas harga jangka pendek. Perubahan produksi Kazakhstan dan Rusia menambah variasi pasokan dan memperkuat fokus pada kebijakan produksi negara produsen serta risiko terkait infrastruktur.
Bagi pelaku pasar, rekomendasi trading bergantung pada kerangka analisis yang digunakan: faktor fundamental menyoroti risiko pasokan sementara faktor teknikal bisa menunjukkan peluang masuk dan keluar pada volatilitas. Kondisi ini menyarankan manajemen risiko yang prudent dan fleksibilitas terhadap perubahan sentimen pasar.