Pada Desember inflasi Inggris mencapai 3,4 persen secara tahunan, lebih tinggi dari estimasi 3,3 persen dan bacaan bulan sebelumnya. Data tersebut menambah tekanan pada BoE untuk meninjau jalur kebijakan yang telah berupaya menyeimbangkan pertumbuhan dengan kendali inflasi. Meski demikian inflasi inti tetap stabil di 3,2 persen YoY, sesuai ekspektasi pasar.
Inflasi inti yang tidak mencakup makanan, energi, alkohol, dan tembakau juga menunjukkan laju yang tidak berubah, menegaskan sikap harga yang tetap kaku di sektor inti. Sementara tekanan di sektor jasa, yang menjadi fokus BoE, meningkat menjadi 4,5 persen YoY. Kondisi ini menandakan bahwa sebagian tekanan harga masih tertahan di sisi non-komoditas, tetapi tetap relevan bagi kebijakan jangka pendek.
Penentuan arah kebijakan BoE masih akan dipicu oleh data ritel Desember dan PMI awal Januari, yang dijadwalkan dirilis akhir pekan ini. Pasar mengharapkan sinyal lebih jelas mengenai kapan pemangkasan suku bunga dapat dilakukan dalam dua arah, sementara pound berupaya bertahan di sekitar level 1,34 terhadap dolar AS. Investor mendekati potensi pergerakan dengan cermat karena dinamika global mempengaruhi mata uang utama.
GBPUSD diperdagangkan secara sideways mendekati level 1,3440 di sesi Eropa. Harga bertahan di atas EMA 20 hari yang berada di sekitar 1,3429, menandakan konsolidasi yang berpotensi memicu pergerakan lebih lanjut jika momentum meningkat. Penutupan di atas EMA tersebut akan menjaga bias jangka pendek ke arah atas.
RSI 14-hari berada di sekitar 53, menunjukkan momentum yang netral namun ada peluang perbaikan jika harga menembus resistance terdekat. Dari pergerakan rentang sejak puncak 1,3789 dan rendah 1,3006, level retracement 61,8 persen di 1,3490 memberi batas bagi pergerakan rebound, sementara 50 persen di 1,3397 menjadi level penting untuk menjaga momentum.
Penembusan di atas level retracement akan memperpanjang rebound, sementara penutupan di bawah EMA 20 hari dapat memicu koreksi lebih luas. RSI yang bergerak ke atas menunjukkan potensi traksi bullish jika level 60 terlampaui, sedangkan penurunan di bawah 50 menambah tekanan bearish.
Ketegangan antara AS dan UE yang lebih lanjut memberi tekanan terhadap dolar AS secara luas, memberi GBP ruang untuk menguat. Investor menantikan pidato Presiden AS di Forum Davos untuk mencari petunjuk kebijakan Washington terhadap negara anggota UE terkait isu Greenland. Sentimen tersebut meningkatkan volatilitas pasar mata uang secara keseluruhan.
Komentar dari Ketua ECB dan pejabat lain memperlihatkan fokus pada dampak tarif baru terhadap hubungan ekonomi besar. Presiden Lagarde menekankan bahwa dampak potensial bea tambahan sulit diukur dan bisa mempengaruhi arus perdagangan antar kedua ekonomi utama. Pasar menilai dinamika ini sebagai faktor utama dalam pergerakan mata uang hingga data penting berikutnya.
Outlook jangka pendek bergantung pada data ritel Inggris dan PMI S&P Global untuk Januari. Pasar juga menunggu penentuan kepala Federal Reserve yang baru, yang diharapkan segera diumumkan. Secara teknis, sinyal bullish tetap ada jika harga menutup di atas beberapa level resistensi, tetapi potensi koreksi juga bisa muncul jika data ekonomi Amerika memberi arahan berbeda.