GBP/USD melemah sekitar 1.3320 pada pembukaan sesi Asia, mencerminkan sentimen risk-off yang mendominasi pasar valuta asing. Menurut laporan Cetro Trading Insight, para pelaku pasar menilai ketegangan geopolitik dan faktor ekonomi global sebagai pendorong utama arus modal ke aset yang lebih aman. Aliran jual lebih terlihat pada pasangan utama ini, meskipun pergerakannya tetap terbatas oleh level teknikal saat ini.
Berita mengenai kemungkinan operasi darat AS di Kharg Island menambah kekhawatiran terkait kelancaran rute penyebaran minyak. Narasi geopolitik meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset lindung nilai, sementara investor menimbang prospek inflasi global. Sisi teknis tetap berhati-hati karena berita baru bisa segera mengubah dinamika pasar.
Dalam konteks teknikal, level 1.3320 menjadi area penilaian bagi trader untuk mencari konfirmasi arah jangka pendek. Momentum cenderung lemah namun volatilitas bisa meningkat jika berita baru muncul. Para analis menekankan pentingnya memantau pergerakan harga di sekitar area support dan resistance terdekat untuk menentukan peluang masuk.
Rangkaian kejadian di Timur Tengah memperkuat permintaan terhadap USD sebagai aset safe-haven dan mendorong tekanan pada GBP/USD. Investor menilai bahwa eskalasi militer bisa mempercepat pergeseran modal ke dolar, terutama jika risiko geopolitik meningkat di sesi mendatang. Pergerakan harga juga dipicu oleh dinamika pasar obligasi dan sentimen risiko secara umum.
BoE mempertahankan suku bunga di 3.75% pada pertemuan bulan Maret, sesuai ekspektasi pasar. Gubernur BoE Andrew Bailey menambahkan bahwa gangguan di wilayah tersebut berpotensi menjadi gangguan bagi perekonomian dan mendorong inflasi jangka pendek. Ia menegaskan bahwa kunci untuk menahan lonjakan harga energi adalah memulihkan jalur pengiriman lewat Selat Hormuz.
Ketegangan energi dan langkah kebijakan moneter menambah volatilitas di pasar forex global. Pasar menilai bagaimana kebijakan BoE akan menyeimbangkan risiko inflasi dengan sentimen risiko terhadap pound. Secara umum, aliran berita geopolitik tetap menjadi faktor penentu arah GBPUSD dalam beberapa hari ke depan.
Kebijakan BoE yang mempertahankan suku bunga dapat menambah tekanan turun pada GBP jika risiko geopolitik bertambah dan inflasi tetap tinggi. Pasar menimbang bahwa risiko di Timur Tengah bisa mempercepat penyesuaian kebijakan moneter di masa mendatang. Keberadaan risiko geopolitik juga memberi dukungan bagi dolar sebagai aset aman.
Secara teknikal, skenario jual menjadi lebih konsisten ketika harga gagal menembus area 1.3400 dan menunjukkan konfirmasi bearish. Dengan open sekitar 1.3320, target keuntungan terlihat di sekitar 1.3230, sementara stop loss ditempatkan di 1.3380 untuk menjaga rasio risiko 1:1.5.
Rencana perdagangan yang disarankan adalah posisi jual pada level saat ini dengan stop di 1.3380 dan target di 1.3230. Trader disarankan menunggu konfirmasi dari pembentukan pola candlestick bearish atau breakout bawah support 1.3280. Selalu perbarui risiko karena perubahan berita geopolitik bisa merubah arah pasar dengan cepat.