GBP/USD berhasil membentuk momentum positif setelah adanya sinyal deeskalasi konflik Iran yang menekan dolar AS. Ketertarikan terhadap kemungkinan BoE menaikkan suku bunga pada April juga menjadi faktor pendukung bagi sterling. Secara umum, harga spot berada di kisaran 1.3420 hingga 1.3425, menunjukkan minat pembeli di level tersebut.
Para pelaku pasar menunggu rilis CPI Inggris untuk peluang trading jangka pendek. ONS akan mempublikasikan CPI Februari pada waktu yang telah ditentukan, sejalan dengan sikap hawkish BoE yang mengiringi pergerakan pasangan ini. Data inflasi yang kuat bisa memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara data yang lemah bisa membatasi tekanan beli.
Faktor geopolitik juga berperan, dengan upaya diplomatik untuk menjalin mekanisme gencatan senjata satu bulan antara AS dan Iran menambah kepercayaan investor. Sementara itu, pelemahan harga minyak mendorong penurunan imbal hasil US Treasury, yang mengurangi dukungan terhadap dolar dan menjadi tailwind tambahan bagi GBP/USD meski tanpa konfirmasi pembelian yang berlanjut.
| Level | Nilai |
|---|---|
| Open | 1.3425 |
| Tp | 1.3600 |
| Sl | 1.3360 |
Pertumbuhan bullish pada GBP muncul dari ekspektasi BoE untuk menaikkan suku bunga pada bulan April. Meski ada kekhawatiran inflasi akibat konflik Iran, pasar menilai kebijakan moneter Inggris bisa menjaga arah pasangan mata uang ini dan memberikan dukungan bagi sterling.
Rilis CPI Februari oleh ONS menjadi kunci arah dalam beberapa hari ke depan. Angka yang lebih tinggi dari ekspektasi bisa memperkuat peluang kenaikan suku bunga, sedangkan angka yang lebih rendah bisa membatasi optimisme pasar terhadap GBP.
Di sisi lain, penurunan harga minyak dan dampak berkurang dari tensi geopolitik mendorong turunnya imbal hasil obligasi AS, yang pada gilirannya mengurangi tekanan terhadap dolar. Hal ini menjadi faktor pendukung bagi GBP/USD, meskipun pasar masih menunggu konfirmasi teknikal yang lebih jelas.
Harga spot saat ini berada di zona sekitar 1.3420-1.3425, dengan bulls menantikan penembusan yang jelas melewati 200-day SMA sebagai konfirmasi kekuatan tren. Tanpa penembusan tersebut, momentum kenaikan cenderung terbatas pada aksi beli jangka pendek.
Dari sisi teknikal, breakout di atas 200-day SMA dianggap membuka peluang GBPUSD untuk bergerak lebih tinggi. Pasar akan menilai sinyal konfirmasi dari beberapa sesi penutupan di atas level itu untuk menandai perubahan tren yang lebih berkelanjutan.
Rencana trading yang disarankan adalah menunggu konfirmasi breakout berkelanjutan. Jika konfirmasi tercapai, potensi pergerakan menuju sekitar 1.3600 bisa terwujud, dengan manajemen risiko yang memenuhi standar minimal 1:1.5. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight.