IHSG ditutup menguat 1,20 persen menjadi 7.106 poin menjelang libur Lebaran 2026, menandakan adanya aktivitas pembelian yang solid di pasar dalam negeri. Laju indeks ini berhasil menembus area penguatan terdekat di sekitar 7.115, menandakan momentum positif yang patut diamati para trader. Di balik angka-angka harian, para analis menilai adanya dinamika teknikal yang bisa membawa IHSG ke dua arah dalam waktu dekat.
Menurut laporan MNCS Daily Scope, posisi IHSG saat ini dipandang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] pada label hitam atau wave (2) pada label merah. Kondisi ini menandakan adanya kemungkinan koreksi lanjutan ke rentang 6.745-6.887 sebelum peluang pembalikan kuat muncul. Namun, skenario bullish juga tetap dipertimbangkan jika dorongan pembeli tetap kuat dan harga mampu menguji level resistance berikutnya.
Para pelaku pasar juga perlu memperhatikan level teknikal penting: support di sekitar 6.991 dan 6.843, serta resistance di kisaran 7.156-7.239. Area penguatan terdekat berada di 7.176-7.238, yang menjadi focal point untuk sinyal berikutnya. Kondisi menjelang Lebaran bisa meningkatkan volatilitas, sehingga manajemen risiko tetap menjadi fokus utama bagi investor dan trader yang ingin memanfaatkan momentum ini secara bijaksana.
Beberapa saham dalam radar MNC Sekuritas menunjukkan momentum positif melalui peningkatan volume pembelian dan performa harga yang kuat. BBYB misalnya, menguat 4,35 persen menjadi Rp288 dengan volume pembelian yang meningkat. Rekomendasi Buy on Weakness disarankan pada kisaran Rp272-Rp286, dengan target harga Rp316 dan Rp346 serta stoploss di bawah Rp264.
EXCL juga melanjutkan momentum positif dengan kenaikan 15,63 persen ke Rp2.960, disertai penembusan Moving Average MA20. Saat ini posisi EXCL dinilai berada di bagian awal wave (C) dari wave [B], sehingga rekomendasi Buy on Weakness berada pada Rp2.710-Rp2.870. Target harga yang dibangun adalah Rp3.080 dan Rp3.260, dengan stoploss di bawah Rp2.630.
HRTA menunjukkan sinyal Buy terkait koreksi terkini yang membuat harga turun 3,46 persen ke Rp2.510. MNC Sekuritas menilai HRTA berada di awal wave [c] dari wave B dan menyarankan Spec Buy. Entry pada Rp2.440-Rp2.500, dengan target Rp2.790 dan Rp2.940, serta stoploss di bawah Rp2.410. MBMA juga terlihat kuat, menguat 2,19 persen ke Rp700 dan memegang level MA60. Posisi MBMA diperkirakan berada di bagian awal wave [c] dari wave B, dengan Buy on Weakness pada Rp665-Rp690 serta target Rp750 dan Rp825, stoploss di bawah Rp650.
Garis besar dari pembahasan menunjukkan adanya peluang kenaikan IHSG dalam jangka pendek, namun potensi koreksi pasca Lebaran tetap terbuka. Pola gelombang, pergerakan MA, serta level support-resistance menjadi panduan utama bagi trader. Karena volatilitas menjelang libur nasional bisa meningkat, pendekatan defensif dan pemantauan level kunci secara konsisten sangat dianjurkan.
Secara sinyal trading, artikel ini cenderung memberikan rekomendasi beli pada saham-saham unggulan melalui skema Buy on Weakness dan Spec Buy, yang mencerminkan analisa teknikal berbasis pola gelombang dan moving average. Sementara IHSG secara keseluruhan menunjukkan dua jalur: koreksi menuju 6.745-6.887 atau penguatan menuju 7.176-7.238, tergantung sentimen pasar global dan lokal. Manajemen risiko, termasuk penempatan stoploss yang tepat dan ukuran posisi proporsional, tetap menjadi kunci untuk menjaga portofolio tetap sehat.
Dengan prinsip risk-reward minimal 1:1,5, pembaca dipandu untuk memanfaatkan peluang tanpa mengabaikan tanda-tanda volatilitas. Jika sinyal teknikal tetap positif dan volume pembelian meluas, momentum kenaikan bisa berlanjut. Namun, jika muncul sinyal koreksi yang jelas, strategi hedging atau pengurangan posisi parsial bisa dipertimbangkan. Cetro Trading Insight akan terus memantau IHSG dan rekomendasi saham unggulan untuk membantu keputusan trading pembaca.