IHSG Menguat Pasca Libur Panjang Didukung Optimisme Deeskalasi Iran: Analisis Cetro Trading Insight

IHSG Menguat Pasca Libur Panjang Didukung Optimisme Deeskalasi Iran: Analisis Cetro Trading Insight

trading sekarang

IHSG menguat 0,96 persen menjadi 7.175,20 poin pada pukul 09.36 WIB, Rabu 25 Maret 2026, setelah libur Nyepi dan Idulfitri. Data BEI menunjukkan nilai transaksi sebesar Rp6,63 triliun dan volume perdagangan 11,32 miliar saham. Dari sisi pergerakan, 447 saham menguat, 210 saham melemah, dan 301 sisanya stagnan.

Menurut analisis awal Cetro Trading Insight, momentum penguatan masih rapuh karena dinamika risk-off global yang tetap relevan. Ketidakpastian geopolitik, khususnya isu Iran, terus menjadi sumber volatilitas yang perlu dicermati para pelaku pasar. Meski IHSG berada di zona hijau, para pelaku pasar tetap berhati-hati menghadapi berita-berita geopolitik yang beredar.

Hasil kajian BRI Danareksa menyoroti bahwa tekanan terhadap IHSG belum mereda pascalibur panjang. Kisaran teknikal diproyeksikan berada di support 6.950 hingga 7.000 dan resistance 7.135 hingga 7.200. Pasar juga menimbang berita mengenai kemungkinan gencatan senjata, meski Iran membantah hal tersebut sehingga sentimen risiko tetap lekat.

Bursa saham Asia menguat pada pagi perdagangan setelah muncul laporan bahwa AS berupaya gencatan senjata dengan Iran. Dampak sentimen positif ini terlihat di bursa Australia, Korea Selatan, dan Jepang yang naik sekitar 2 persen, sedangkan Shanghai dan Hang Seng Hong Kong menguat sekitar 1 persen.

Emas juga rebound, dengan spot emas dunia menguat sekitar 1,6 persen setelah reli panjang. Kinerja komoditas tetap menjadi penentu utama pergerakan indeks regional, meskipun sektor saham global masih berfluktuasi. Investor menakar dampak berita geopolitik terhadap arus modal dan harga komoditas utama.

Futures S&P 500 naik 0,9 persen pada perdagangan pagi Asia, sementara futures Eropa menguat 1,2 persen dan harga minyak Brent turun sekitar 6 persen menjadi USD 98,30 per barel. Menurut Kerry Craig, Global Market Strategist di J.P. Morgan Asset Management, sentimen pasar bergerak mengikuti perkembangan berita utama meski ketidakpastian tetap ada terkait arah gencatan senjata dan realisasinya.

Analisa Risiko dan Strategi Investasi

Analisis menunjukkan risk-off masih mendominasi pasar global meski ada beberapa sinyal pemulihan di Asia. Ketergantungan pada faktor geopolitik membuat volatilitas komoditas seperti emas dan minyak tetap tinggi. Dalam konteks spot emas dunia, investor cenderung menggunakan aset safe-haven untuk hedging ketidakpastian di pasar.

Dalam kerangka analisis portofolio, disarankan melakukan diversifikasi dengan pendekatan Array data untuk menilai beragam skenario ekonomi. Pendekatan ini membantu menilai kekuatan dan kelemahan portofolio dari berbagai asumsi makro dan gejolak pasar yang mungkin terjadi.

Kesimpulan utama adalah IHSG cenderung bergerak terbatas dengan rentang sekitar 6.950 hingga 7.200, sehingga tidak ada sinyal trading eksplisit pada saat ini. Investor disarankan menghindari overtrading dan memantau pernyataan resmi terkait gencatan senjata serta dinamika pasokan minyak. Secara praktis, Array solusi portofolio dan Array panduan investasi menjadi alat bantu untuk menjaga profil risiko.

broker terbaik indonesia