IHSG Menguat: Rekomendasi BBYB, EXCL, HRTA, MBMA dengan Sinyal Buy Teknis dari Cetro Trading Insight

IHSG Menguat: Rekomendasi BBYB, EXCL, HRTA, MBMA dengan Sinyal Buy Teknis dari Cetro Trading Insight

Signal B/BYBBUY
Open288.000
TP346.000
SL264.000
trading sekarang

IHSG ditutup menguat di zona hijau, berada di level sekitar 7.106 pada sesi perdagangan terakhir Selasa. Momentum ini memberi sinyal bahwa arus modal domestik kembali membentuk pola positif meski masih dibayangi volatilitas global. Di tengah dinamika risk appetite investor, level 7.106 menjadi acuan penentu arah untuk beberapa minggu ke depan.

Menurut riset MNC Sekuritas yang dirilis pada 23 Maret 2026, IHSG saat ini tampak berada pada bagian akhir gelombang wave (v) dari wave [c] atau wave (2) pada label merah. Analisis ini menekankan bahwa aksi koreksi teknikal kemungkinan akan berlanjut sebelum imej pergerakan selanjutnya terbentuk. Interpretasi ini penting bagi pelaku pasar yang mengincar peluang masuk pada titik-titik pembalikan.

Area support dan resistance yang relevan telah diidentifikasi: support di 6.991 dan 6.843, resistance di 7.156 dan 7.239. Skenario koreksi menargetkan rentang 6.745–6.887 sebelum penguatan berikutnya menguji zona 7.176–7.238. Pelaku pasar perlu memperhatikan level ini sebagai panduan entry dan manajemen risiko.

Riset MNC Sekuritas memaparkan rekomendasi untuk sejumlah saham terkait IHSG dengan fokus pada peluang teknikal melalui skema Buy on Weakness dan Spec Buy. Keempat saham yang menjadi sorotan adalah BBYB, EXCL, HRTA, dan MBMA, yang dinilai memiliki potensi upside apabila harga bergerak sesuai pola yang teridentifikasi.

BBYB diposisikan sebagai saham unggulan dengan penguatan 4,35% menjadi Rp288, disertai volume pembelian yang meningkat. Selama BBYB bertahan di atas Rp264 sebagai stoploss, skema Buy on Weakness diperkirakan berada pada fase awal wave [a] dari wave B. Rentang entri Rp272–Rp286 diprioritaskan, dengan target Rp316 dan Rp346.

EXCL juga menunjukkan penguatan signifikan hingga Rp2.960, menembus MA20, yang mengindikasikan aliran beli. Posisi EXCL diperkirakan berada pada bagian awal wave (C) dari wave [B], sehingga Buy on Weakness dinilai tepat di kisaran Rp2.710–2.870. Target harga berada di Rp3.080 dan Rp3.260, dengan stoploss di bawah Rp2.630. HRTA dan MBMA juga memberikan peluang serupa: HRTA dengan Spec Buy di Rp2.440–2.500 yang menargetkan Rp2.790 dan Rp2.940, serta MBMA dengan Buy on Weakness di Rp665–690 yang menargetkan Rp750 dan Rp825, dengan stoploss di bawah Rp650.

SahamRekomendasiHargaArea EntryTargetStoploss
BBYBBuy on WeaknessRp288Rp272-286Rp316, Rp346Below Rp264
EXCLBuy on WeaknessRp2.960Rp2.710-2.870Rp3.080, Rp3.260Below Rp2.630
HRTASpec BuyRp2.510Rp2.440-2.500Rp2.790, Rp2.940Below Rp2.410
MBMABuy on WeaknessRp700Rp665-690Rp750, Rp825Below Rp650

Informasi di atas hanyalah gambaran umum untuk tujuan pembelajaran dan analisis. Selalu lakukan konfirmasi data harga terbaru sebelum mengambil keputusan investasi. Konten ini disajikan oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari upaya edukasi pasar.

Sinyal utama berdasarkan analisis isi artikel ini adalah rekomendasi Buy dengan fokus teknikal pada saham BBYB sebagai instrumen utama untuk sinyal hari ini. Strategi Buy on Weakness di beberapa saham menambah konfirmasi bahwa momentum bullish sedang terperangkap dalam pola gelombang yang terpantau di IHSG.

Untuk menilai kelayakan entry, hitungan risiko-untung menggunakan contoh BBYB adalah open 288, stoploss 264, dan target 346. Dengan skema tersebut, risiko per trade adalah 24, potensi keuntungan sebesar 58 poin jika target tercapai, memberikan rasio risiko/imbalan sekitar 2,42:1, memenuhi kriteria minimal 1:1,5.

Penegasan manajemen risiko tetap diperlukan karena dinamika pasar bisa cepat berubah. Grafis teknikal dan level support-resistance yang disebutkan sebaiknya dipadukan dengan manajemen eksposur dan analisis independen sebelum mengambil posisi. Konten ini disediakan oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari edukasi pasar.

broker terbaik indonesia