TD Securities' Global Strategy Team memperkirakan inflasi di Inggris berada di 3.0% secara year-on-year pada Februari, sejalan dengan konsensus BoE dan pasar, menurut laporan Cetro Trading Insight. Angka ini menunjukkan stabilitas headline meski ada dinamika pada subkomponen yang bergerak lambat. Laporan tersebut menekankan bahwa data bulan ini belum memasukkan dampak kejutan energi yang sedang berlangsung.
Untuk CPI inti, pandangan mereka adalah stabil di sekitar 3.1%. Sisi layanan melambat, sementara komponen inti barang sedikit menguat. Mereka mencatat bahwa pelemahan harga layanan diimbangi oleh perlambatan di beberapa bagian barang inti, sehingga tekanan inflasi inti tetap relatif terkendali.
Dengan konteks ini, para analis menilai momentum inflasi headline kemungkinan tetap flat pada Februari, tetapi pola ini diperkirakan berubah mulai Maret karena dampak energi yang lebih dominan.
Data Purchasing Managers' Index (PMI) untuk sektor swasta Inggris menunjukkan perlambatan signifikan dalam aktivitas, didorong oleh gangguan dari konflik di Timur Tengah terhadap permintaan, biaya input, dan rantai pasokan. Layanan PMI turun menjadi 51.2, lebih rendah dari ekspektasi dan bacaan sebelumnya. Indikator manufaktur juga melemah namun relatif terkendali di sekitar 51.4.
Optimisme bisnis terendah sejak Juni 2025 tercermin dari penurunan pesanan baru serta margin yang menipis karena kenaikan biaya. Tekanan pada biaya input, terutama bahan bakar dan bahan baku, menyebabkan laju inflasi input naik dan mendorong biaya output yang lebih tinggi. Para pelaku usaha juga memperhatikan potensi gangguan pada rantai pasokan di tengah ketidakpastian geopolitik.
Secara umum, sinyal permintaan tetap lemah dengan adanya marginal output growth, penurunan ekspor, dan keterlambatan pengiriman. Sektor manufaktur maupun jasa menghadapi biaya operasional lebih tinggi yang berpotensi membatasi perbaikan aktivitas sepanjang kuartal ini. Kekuatan data PMI tetap menjadi fokus bagi bank sentral dalam menilai arah kebijakan.
Faktor-faktor seperti pertumbuhan output yang marjinal, penurunan pesanan baru, dan ekspor yang turun menandai permintaan yang masih melemah. Indikator lead times menunjukkan waktu pengiriman yang lebih lama dan hambatan logistik, menambah tekanan pada margin perusahaan. Kondisi ini menambah kompleksitas bagi pembuat kebijakan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan inflasi.
Bank of England kini menghadapi tantangan menyeimbangkan risiko perlambatan ekonomi dengan tekanan inflasi yang masih membayangi. Data PMI terbaru memperkuat risiko tersebut dan dapat mendorong kebijakan yang lebih hati-hati dalam beberapa pertemuan mendatang. Pasar juga menilai bagaimana dampak perubahan harga energi bisa mengubah lintasan inflasi headline.
Secara keseluruhan, lingkungan arus pasokan dan dinamika momentum permintaan akan membentuk arah GBP dalam beberapa bulan ke depan. Analisis transaksi akan banyak bergantung pada data energi, dinamika PMI lanjut, serta indikator pertumbuhan global. Investor disarankan memantau rilis data dan komentar kebijakan untuk menilai peluang di pasar valuta asing dan aset terkait.