Harga perak XAGUSD bergerak mendekati 70,50 dolar AS pada pembukaan sesi Eropa, meski eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah meningkat. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap ketidakpastian geopolitik dan potensi dampaknya terhadap inflasi global. Menurut laporan Cetro Trading Insight, dinamika geopolitik tetap menjadi faktor utama yang bisa menahan atau mendorong minat terhadap logam mulia tanpa imbal hasil.
Ketegangan terbaru melibatkan serangan yang diduga berasal dari kelompok pendukung Iran terhadap situs militer sensitif di Israel. Kehadiran Houthis di arena perang meningkatkan risiko perluasan konflik dan volatilitas harga minyak, yang pada akhirnya mempengaruhi ekspektasi inflasi di pasar global. Hal ini membuat investor lebih berhati-hati dalam alokasi ke aset berisiko rendah seperti perak ketika pasokan energi menjadi sorotan utama.
Di pasar kebijakan moneter, peluang untuk satu kali kenaikan suku bunga Fed pada tahun ini terpangkas menjadi sekitar 24,6 persen menurut CME FedWatch. Sinyal ini menambah tekanan terhadap aset non yield seperti perak jika investor melihat pengetatan kebijakan yang lebih agresif. Kondisi tersebut menambah argumen bagi para pelaku pasar yang mengantisipasi adanya jeda panjang bagi suku bunga atau pengetatan lebih lanjut.
Secara teknikal XAGUSD diperdagangkan sekitar 70,50 dolar AS pada awal sesi Eropa, dengan bias turun dalam jangka pendek. Harga masih berada di bawah rata-rata pergerakan eksponensial 20 hari yang menurun, sehingga tekanan ke sisi atas terbatas dan arah pergerakan berikutnya terlihat cenderung turun. Kondisi ini diperkuat dengan pola harga yang tetap menunjukkan level resistance utama di sekitar 75,90 dan area terkait lainnya di 82,50.
Momentum relatif menguat ke arah sisi negatif, dengan RSI 14 hari berada pada kisaran 20 hingga 40. Ini menandakan tekanan jual yang berkelanjutan meski ada upaya rebound kecil. Penjualan lebih mungkin jika harga menembus support awal di sekitar 67,80, dengan potensi melanjutkan tilt ke level rendah bulan ini di sekitar 61,00.
Level kunci yang perlu diamati adalah resistance dekat 75,90 yang bertepatan dengan EMA 20 dan reaksi terbaru pasar, kemudian 82,50 sebagai bekas zona konsolidasi. Sementara itu jika harga menembus support 67,80, jalur turun menuju 61,00 membuka kemungkinan target berikutnya. Berdasarkan analisis teknis, skenario masuk jual dapat dipertimbangkan dengan pembukaan sekitar 70,50 dan stop di 75,90, dengan target menuju 61,00 untuk menjaga rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5.