USDJPY menguat untuk sesi kelima beruntun, diperdagangkan mendekati 158.60 di jam Asia. Aliran safe-haven meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sementara risiko geopolitik terkait Iran tetap membayangi sentimen investor. Indeks dolar AS telah naik menuju level tertinggi dalam tiga bulan, didorong juga oleh lonjakan harga minyak mentah WTI di atas 100 dolar per barel.
Konflik Iran memasuki minggu kedua tanpa resolusi jelas, menambah kekhawatiran soal potensi gangguan pasokan energi global. Informasi bahwa Mojtaba Khamenei ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi menunjukkan bahwa faksi keras masih menguasai kebijakan, menambah tekanan pada risiko geopolitik dan memperkuat posisi dolar sebagai safe-haven.
Data Jepang turut memberi jeda dan mempengaruhi dinamika pasangan ini. Laporan upah kerja Jepang meningkat 3% secara year-on-year pada Januari 2026, disertai surplus akun berjalan sebesar ¥941.6 miliar namun di bawah perkiraan ¥960 miliar. Kombinasi faktor global dan domestik menjaga volatilitas USDJPY pada kisaran saat ini.
Harga minyak WTI melonjak melewati angka 100 dolar per barel, meningkatkan kekhawatiran terhadap aliran pasokan energi di tengah konflik Timur Tengah. Ketidakpastian geopolitik mendorong investor untuk mencari perlindungan dalam aset-aset likuid seperti dolar AS, sehingga tekanan terhadap pair berisiko rendah tetap tinggi.
Pergerakan minyak menjadi faktor utama bagi pergerakan dolar di jangka pendek. Meski ada faktor teknikal yang perlu diperhatikan, lonjakan harga minyak mendukung narasi risk-off yang sering menguatkan USD terhadap beberapa pasangan utama—terutama terhadap yen yang sensitif terhadap aliran modal global.
Komentar pejabat mengenai eskalasi konflik menambah volatilitas, namun minyak tetap menjadi variabel utama untuk risik dan likuiditas global. Dalam skenario ini, USD berpotensi menguat lebih lanjut jika minyak tetap berada di level tinggi, sementara investor tetap waspada terhadap perubahan kebijakan dan geopolitik.
Surplus akun Jepang pada Januari tercatat ¥941.6 miliar, turun dari perkiraan ¥960.0 miliar. Di sisi lain, upah kerja Jepang meningkat 3% secara year-on-year, menandakan perbaikan domestik yang bisa mendukung permintaan konsumsi meskipun data eksternal menunjukkan lemah.
Ketidakseimbangan antara data eksternal dan domestik mempengaruhi respons pasar terhadap USDJPY. Pergerakan mata uang dipengaruhi oleh bagaimana ekspektasi terhadap kebijakan ekonomi Jepang dan dinamika impor energi memposisikan yen relatif terhadap dolar di jangka pendek.
Dalam pandangan teknikal, volatilitas tetap tinggi saat sentimen pasar berubah-ubah. Investor disarankan memperhatikan data lanjutan serta bagaimana kebijakan Jepang akan menjaga keseimbangan antara daya tarik status safe-haven dan kebutuhan pembiayaan domestik.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Akun Jepang | ¥941.6 miliar |
| Upah kerja YoY | 3% |
| Perkiraan akun Jepang | ¥960.0 miliar |