Walmart Capai Kapitalisasi $1 Triliun; Palantir Unggul di Q4, PayPal Hadapi Pergantian CEO

Walmart Capai Kapitalisasi $1 Triliun; Palantir Unggul di Q4, PayPal Hadapi Pergantian CEO

trading sekarang

Palantir Technologies Inc. (PLTR) melaporkan kuartal keempat yang sangat kuat, dengan laba yang disesuaikan sebesar 25 sen per saham dan pendapatan mencapai $1,41 miliar, melampaui ekspektasi para analis. Pendapatan tumbuh sekitar 70% secara tahunan, terutama didorong oleh lonjakan permintaan untuk alat analisis data berbasis AI di segmen komersial AS yang naik 137%. CEO Alex Karp menyebut hasil tersebut sebagai "yang terbaik dalam teknologi dalam dekade terakhir". Panduan pendapatan untuk fiskal 2026 berada di kisaran $7,18–$7,20 miliar, jauh di atas estimasi Wall Street. Perkiraan tersebut menegaskan posisi dominan Palantir dalam ekosistem perangkat lunak AI korporat.

Laporan ini dipersembahkan oleh Cetro Trading Insight, dengan fokus pada bagaimana dinamika AI mengubah prospek perusahaan teknologi dan investor institusional. Pertumbuhan permintaan alat analitik AI meningkatkan nilai rekomendasi bagi saham yang mengandalkan kemampuan data-driven decision making di korporasi besar. Di tengah ketidakpastian pasar, Palantir menonjol sebagai contoh bagaimana AI dapat mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan bagi perangkat lunak perusahaan.

Walmart Inc. (WMT) menjadi pengecer pertama dalam sejarah yang mencapai kapitalisasi pasar sekitar $1 triliun, setelah berkas sahamnya naik sekitar 1,6%. Rekor intraday tertinggi dicatat di sekitar $126 per saham. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja e-commerce yang solid, peluncuran program keanggotaan Walmart+ yang meluas menjadi 28,4 juta anggota, serta peningkatan pangsa pasar di tengah konsumen yang sadar anggaran. Perusahaan juga membentuk tonggak di minggu pertama kepemimpinan oleh CEO baru John Furner.

PayPal Holdings Inc. (PYPL) menyeret ke bawah setelah laporan pendapatan kuartal keempat yang mengecewakan dan pandangan laba 2026 yang lemah. Perusahaan melaporkan laba yang disesuaikan sebesar $1,23 per saham dengan pendapatan $8,68 miliar, di bawah ekspektasi sebesar $1,29 dan $8,80 miliar. Dewan perusahaan menilai bahwa “kecepatan perubahan dan eksekusi tidak memenuhi harapan.”

CEO PayPal, Alex Chriss, akan digantikan oleh Enrique Lores dari HP Inc. Efektif mulai 1 Maret, dan prospek laba 2026 membuat investor berhati-hati tentang kehilangan pangsa pasar di segmen pembayaran digital yang semakin kompetitif. Saham PayPal turun sekitar 18% setelah pengumuman tersebut, menambah dinamika risiko bagi investor yang menilai potensi transformasi operasional perusahaan.

Di tengah perubahan ini, investor menilai bagaimana eksekusi arus kas dan kemampuan PayPal untuk bersaing dengan Apple Pay, Google Pay, dan pesaing baru akan membentuk arah tren saham terkait sektor fintech. Sementara itu, saham HP turun karena dampak relokasi kepemimpinan pada konsolidasi ekosistem pembayaran yang semakin luas, meskipun fundamental jangka panjang masih menarik bagi beberapa investor institusional.

Rebound Emas & Perak serta Dinamika Indeks Utama

Emas dan Perak mengalami rebound tajam setelah mengalami permintaan jual yang berat. Emas spot naik lebih dari 5% menjadi sekitar $4.900 per ons, sementara Perak melonjak sekitar 10% menjadi sekitar $87 per ons. Pemulihan ini terjadi meskipun volatilitas pasar sebelumnya dipicu oleh spekulasi terkait arah kebijakan moneter Amerika dan dinamika dolar AS.

Para analis di Deutsche Bank dan JPMorgan mempertahankan pandangan bullish terhadap logam mulia, dengan Deutsche Bank mencatat bahwa tema emas tetap positif meski volatilitas meningkat. Kenaikan harga logam mulia juga memicu lonjakan saham tambang yang terkait, dengan ProShares Ultra Silver ETF melonjak lebih dari 15% dalam perdagangan pra-pasar.

Di pasar ekuitas AS, pergerakan indeks utama relatif beragam. Dow Jones Industrial Average (DJIA) diperdagangkan di wilayah campuran, turun sekitar 175 poin atau 0,35%, sementara S&P 500 naik 0,3% dan Nasdaq Composite naik 0,5%. Dow berfluktuasi di sekitar garis datar, diimbangi oleh kekuatan sektor barang konsumen dan industri meski beberapa nama di sektor kesehatan melemah akibat proposal tarif Medicare Advantage.

Ketidakpastian Tenaga Kerja dan Kebijakan Fiskal

Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) mengonfirmasi bahwa laporan Lowongan Pekerjaan JOLTS bulan Desember 2025 ditunda karena penutupan pemerintah parsial yang sedang berlangsung. Penundaan ini menambah ketidakpastian saat pasar menilai kesehatan pasar tenaga kerja menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (Fed).

Data terbaru dari bulan November menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan turun 303 ribu menjadi 7,146 juta, level terendah sejak September 2024 dan jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 7,60 juta. Penurunan terjadi secara signifikan di sektor akomodasi dan layanan makanan, transportasi, pergudangan dan utilitas, serta perdagangan grosir.

Laporan situasi ketenagakerjaan bulan Januari, termasuk angka penambahan pekerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) terbaru, juga telah ditunda. Suatu pemungutan suara di DPR mengenai paket pendanaan diharapkan berlangsung pada Selasa sore, meski analis mencatat bahwa penundaan memperkaya ketidakpastian bagi pasar menjelang rapat kebijakan Fed berikutnya.

Outlook AI dan Performa Perusahaan Lainnya

Teradyne Inc. melonjak lebih dari 20% setelah melaporkan kuartal keempat yang luar biasa dan memberikan panduan kuartal pertama yang mengejutkan para analis. Perusahaan pembuat peralatan uji semikonduktor ini melaporkan pendapatan $1,08 miliar dan laba yang disesuaikan $1,80 per saham, melampaui estimasi $1,38 per saham. Panduan pendapatan kuartal pertama sebesar $1,15–$1,25 miliar dan EPS disesuaikan $1,89–$2,25 juga melampaui ekspektasi pasar.

CEO Greg Smith menyebut kekuatan ini terkait dengan permintaan AI dalam komputasi, jaringan, dan memori di segmen uji semikonduktor perusahaan. Ia menekankan bagaimana Teradyne memposisikan dirinya sebagai enabler utama infrastruktur AI, sehingga pertumbuhan di sektor ini menjadi pendorong utama untuk masa depan perusahaan.

Di sisi lain, Palantir menegaskan posisi dominan dalam perangkat lunak AI untuk perusahaan melalui laporan Q4 yang kuat dan panduan 2026 yang optimis, menambah dinamika positif bagi investor yang fokus pada layanan analitik data. Sementara itu, patokan saham seperti Walmart dan PayPal menggambarkan spektrum kinerja pasar yang luas, dari pertumbuhan nilai perusahaan ritel hingga tantangan kompetitif di sektor pembayaran digital.

broker terbaik indonesia