WTI Menguat di Tengah Gangguan Pasokan Rusia dan Ketegangan Timur Tengah

Signal US/OILBUY
Open61.100
TP62.800
SL60.000
trading sekarang

Harga minyak WTI menguat ke kisaran 61 dolar per barel seiring data yang menunjukkan penurunan ekspor Rusia dan gangguan logistik di wilayah produsen utama. Laporan pelacakan kapal memperkirakan ekspor Rusia ke Asia sekitar 1,2 juta ton pada Januari, menandai penurunan bulanan ketiga berturut-turut. Penurunan pasokan dari Rusia menambah tekanan pada pasar yang sudah sensitif terhadap dinamika global.

Kinerja produk olahan Rusia juga menurun sejak Oktober karena kilang-kilang tengah menjalani perbaikan setelah serangan drone Ukraina. Penurunan kapasitas produksi meningkatkan keterbatasan pasokan di pasar global. Hal ini berpotensi mendorong premi risiko terhadap WTI.

Prospek permintaan tetap dipantau di tengah dinamika ekonomi global. Guncangan pasokan dari beberapa produsen utama menambah ketidakpastian harga minyak. Pasar masih menimbang arahan kelebihan pasokan pada 2026 meski gangguan jangka pendek terus berlanjut.

Ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi fokus utama pasar energi, menyusul langkah AS memperkuat kehadiran militer di wilayah tersebut. Pasar khawatir eskalasi bisa mengganggu aliran minyak global. Investor menilai risiko geopolitik sebagai faktor pendukung harga minyak saat ini.

Di sisi lain, kekhawatiran perdagangan berlanjut setelah potensi kebijakan tarif merembet ke sektor energi, termasuk ancaman 100% terhadap Kanada jika kesepakatan dengan Tiongkok diselesaikan. Langkah-langkah tersebut menambah ketidakpastian bagi aliran perdagangan global dan harga energi. Para analis mengamati bagaimana kebijakan tersebut bisa mempengaruhi biaya transportasi minyak.

Secara teknikal, meskipun faktor fundamental mendukung kenaikan sesaat, volatilitas tetap tinggi dan pasar menghadapi risiko perubahan arah. Para analis menilai bahwa rilis data produksi AS serta laporan kebijakan akan menjadi kunci penggerak harga dalam beberapa minggu ke depan. Harga sekitar 61 dolar berpotensi berpegangan pada kisaran 60–63 dolar tergantung berita terbaru.

broker terbaik indonesia