AADI Melonjak di Ramadan 2026; ADRO dan ADMR Menguat, Optimisme Harga Batu Bara dan Aluminium Menopang Saham Energi

AADI Melonjak di Ramadan 2026; ADRO dan ADMR Menguat, Optimisme Harga Batu Bara dan Aluminium Menopang Saham Energi

Signal A/ADIBUY
Open10500
TP12400
SL9300
trading sekarang

Perdagangan saham di Ramadan 2026 menampilkan dinamika yang kontras. Sementara banyak saham konglomerasi melambat, AADI justru menunjukkan kekuatan yang cukup menarik perhatian. Harga saham berada di kisaran Rp10.500 per saham hingga 17 Maret 2026, sebuah level yang mencerminkan reli yang kuat. Momentum ini muncul meskipun IHSG secara umum sedang tertekan, menunjukkan bahwa AADI memiliki daya tarik relatif yang lebih baik di tengah tekanan pasar. Sebagai bagian dari liputan eksklusif Cetro Trading Insight, kami terus memantau bagaimana faktor fundamenta dan dinamika harga batu bara memberi sinyal pada potensi saham ini.

Prospek operasional AADI cukup solid. Produksi tercatat 68,7 juta ton untuk 2025, naik sekitar 4 persen dibanding tahun sebelumnya, disertai lonjakan penjualan menjadi 71,9 juta ton (+6 persen YoY). Perbaikan efisiensi terlihat dari cash cost yang turun sekitar 11 persen, mendongkrak efisiensi biaya operasional meski harga jual batu bara (ASP) menurun. EBITDA 2025 mencapai USD1,14 miliar, meskipun ada penurunan dari tahun sebelumnya karena pelemahan harga jual, margin relatif dipertahankan berkat efisiensi yang diterapkan.

Untuk 2026, AADI menargetkan produksi sekitar 70 juta ton, sedikit naik YoY dan bergantung pada persetujuan RKAB. Para analis dari BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham AADI dengan target harga Rp12.400, menandakan pandangan positif terhadap arah kinerja. Secara umum, manajemen menunjukkan kesiapan memanfaatkan kerangka harga batu bara yang lebih tinggi untuk memperbaiki laba, meskipun berada dalam lingkungan biaya modal yang kompetitif.

ADRO menunjukkan dinamika positif meskipun menghadapi volatilitas di pasar batu bara. Laporan riset kuartal IV-2025 menunjukkan laba bersih USD146 juta, naik tipis secara QoQ namun turun secara YoY, dengan pendapatan kuartal IV-2025 sebesar USD526 juta. Harga jual rata-rata yang lebih tinggi dan volume penjualan yang memadai turut mendorong kinerja, meskipan laba bersih tergelincir secara tahunan.

Di sisi prospek, ADRO mendapatkan peluang dari proyek smelter aluminium ADMR yang diperkirakan beroperasi tahun ini dengan kapasitas sekitar 280 ribu ton. Lonjakan harga aluminium beberapa waktu terakhir, mendongkrak sentimen positif terhadap perusahaan. Asumsi harga aluminium sekitar USD3.000 per ton di 2026 membuat estimasi laba ADRO meningkat menjadi sekitar USD514 juta, meskipun terdapat tekanan pada margin karena fluktuasi ASP batu bara.

Analis Sucor Sekuritas tetap merekomendasikan beli untuk ADRO dengan target harga Rp3.800. Posisi ADRO dianggap strategis untuk transisi energi karena peluang monetisasi neraca yang kuat, potensi kenaikan laba dari proyek smelter, dan peluang energi terbarukan mulai 2026. Kombinasi arus kas yang sehat serta perbaikan Struktur permodalan memperkuat daya dukung untuk pembiayaan proyek masa depan.

ADMR mencatat kinerja positif dalam beberapa pekan terakhir, dengan kenaikan sekitar 5,36 persen dalam sebulan. Investor mulai menunggu kontribusi dari rencana pengembangan smelter aluminium yang diperkirakan milik anak usaha ADRO (ADMR) sebagai katalis utama. Meskipun berasal dari sub-sektor logam, ADMR tetap terkait dengan dinamika harga aluminium yang sensitif terhadap perkembangan global. ADMR menjadi salah satu motor pertumbuhan karena kapasitas produksi aluminium yang akan ditingkatkan.

Riset industri menunjukkan bahwa proyek smelter aluminium yang terkait ADMR diharapkan beroperasi tahun ini dengan kapasitas sekitar 280 ribu ton. Porsi produksi aluminium di pasar lokal diharapkan meningkat seiring permintaan sektor konstruksi dan energi terbarukan. Skenario ini memberi peluang bagi ADRO dan anak usahanya untuk monetisasi neraca melalui peningkatan output dan efisiensi operasional.

Para analis melihat manfaat harga aluminium yang sedang membaik sebagai dukungan bagi ADMR dan kinerja grup secara keseluruhan. Meskipun ADMR merupakan bagian kecil dari portofolio, perannya sebagai katalis potensial memberikan sinyal positif bagi investor. Dengan dukungan risiko harga yang terkelola, ADMR diharapkan berkontribusi pada proyeksi laba dan nilai perusahaan di masa mendatang.

broker terbaik indonesia