Gelombang volatilitas melanda Wall Street ketika Anthropic meluncurkan 10 cara baru untuk mengintegrasikan teknologi AI-nya ke area pekerjaan utama. Langkah ini dinilai bisa mengubah cara bank, private equity, rekayasa, dan desain beroperasi, sehingga para pelaku pasar menimbang dampaknya terhadap sektor teknologi. Dalam catatan analisis ini, Cetro Trading Insight menilai bahwa inovasi tersebut bisa menjadi pemicu perubahan alokasi modal di sektor AI dan perangkat lunak.
Dow Jones Industrial Average turun 7,93 poin menjadi 48.789,46, S&P 500 turun 4,18 poin menjadi 6.832,89, dan Nasdaq Composite naik tipis 2,66 poin menjadi 22.635,01. Koreksi kecil ini menunjukkan bahwa pasar tetap reaktif terhadap berita-berita AI dan dinamika harga saham teknologi. Investor menilai bagaimana emiten seperti AMD, IBM, dan kandidat chip lain merespons langkah Anthropic di tengah ekspektasi laba dan pengumuman produk baru.
Dalam pandangan Cetro Trading Insight, fokus investor beralih pada potensi peluang di saham-saham AI dan chip meski tetap berhati-hati. AMD dilaporkan memimpin kenaikan di pra-pembukaan hampir 10% setelah kesepakatan penjualan chip AI hingga USD60 miliar kepada Meta Platforms. IBM, di sisi lain, turun lebih dari 13% karena kekhawatiran terkait pemanfaatan Claude Code untuk memodernisasi bahasa pemrograman di infrastruktur perusahaan. Pasar kini menunggu pergerakan Nvidia yang bisa memperkuat arah tren jangka pendek bagi indeks utama.
Nvidia menjadi sorotan utama karena akan melaporkan laba usai penutupan pasar, sebuah momen yang bisa memicu pergerakan signifikan pada indeks utama. Kinerja perusahaan chip tersebut sering menjadi barometer sentimen terhadap sektor AI dan teknologi secara luas. Para investor menilai potensi peningkatan permintaan terhadap akselerator AI dan bagaimana itu bisa mengubah prospek pendapatan para pesaing di industri chip.
Saham IBM anjlok lebih dari 13% pada hari sebelumnya, penurunan harian terbesar sejak era 2000, setelah berita bahwa Claude Code Anthropic dapat memicu kekhawatiran mengenai efisiensi bahasa pemrograman di sistem perusahaan. Di sisi lain, AMD juga menonjol dengan lonjakan harga karena adanya rencana penjualan chip AI hingga USD60 miliar ke Meta, memperkuat dinamika persaingan chip. Ketika investor menimbang laporan Nvidia, pasar menilai bagaimana ancaman harga dan permintaan akan AI akan membentuk pelaku industri teknologi di kuartal mendatang.
Analisis dari analis ING Chris Turner menyoroti bahwa Nvidia bisa menjadi cerita besar berikutnya jika laporan keuangan membuktikan fundamental AI tetap kuat, meskipun volatilitas pasar tetap tinggi. Secara umum, pasar tampak terjebak dalam kisaran sempit sejak awal tahun, dan pelaku pasar sangat menunggu data laba Nvidia untuk mengkonfirmasi arah tren di indeks utama.
Kebijakan tarif darurat AS mendatangkan ketidakpastian yang menggerakkan beberapa segmen pasar, terutama setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa tarif darurat yang diberlakukan sebelumnya melanggar hukum. Presiden Donald Trump merespons dengan rencana tarif menyeluruh sebesar 10% yang mulai berlaku, meskipun jenjang kenaikannya ke 15% belum jelas. Perusahaan importir berpotensi menerima pengembalian dana miliaran dolar seiring dinamika kebijakan tersebut.
Selain itu, mitra dagang dan investor menanti kejelasan mengenai status perjanjian perdagangan yang telah dinegosiasikan ulang dengan AS. Trump juga menyatakan akan mengenakan bea masuk lebih tinggi melalui langkah-langkah perdagangan lainnya, yang menambah ketidakpastian bagi arus perdagangan lintas batas. Pasar global tetap waspada terhadap perubahan aturan yang bisa memicu pergeseran alokasi portofolio di berbagai kelas aset.
Namun demikian, beberapa analis menilai bahwa tekanan tarif dapat membuka peluang bagi investor yang fokus pada nilai fundamental perusahaan yang memiliki daya tahan terhadap swing biaya. Indeks S&P 500 sendiri masih sekitar 2,5% di bawah rekor tertinggi, menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya kehilangan arah. Pengamat seperti Chris Turner menekankan pentingnya menunggu konfirmasi dari data rilis dan statemen otoritatif berikutnya untuk memastikan arah pasar di periode mendatang.