Di detik-detik terakhir pekan lalu, gelombang perubahan teknologi tidak lagi sebatas rumor. Pasar Wall Street ditutup melemah karena investor khawatir persaingan AI akan menggerus margin perusahaan perangkat lunak. Di Cetro Trading Insight, kami melihat fenomena ini sebagai tanda perubahan fundamental dalam bagaimana nilai perusahaan dinilai melalui inovasi teknologinya.
Penurunan terlihat jelas pada indeks utama. S&P 500 turun 0,84 persen ke level 6.917,81, Nasdaq terpeleset 1,43 persen ke 23.255,19, dan Dow Jones turun 0,34 persen ke 49.240,99. Pergerakan ini mencerminkan kehati-hatian pasar menjelang laporan kuartal raksasa AI dan teknologi seperti Alphabet dan Amazon.
Inti dari dinamika ini adalah fokus investor pada perusahaan yang tidak hanya menginvestasikan untuk AI, tetapi juga bisa menghasilkan imbal hasil nyata. Peluncuran alat hukum Claude dari Anthropic menjadi contoh bagaimana persaingan bisa menekan margin jika inovasi baru tidak membawa keuntungan sejalan.
Di sisi katalis finansial, beberapa nama teknologi mengalami tekanan berat. Salesforce, Datadog, dan Adobe turun sekitar 7 persen, sementara Synopsys dan Atlassian menurun sekitar 8 persen, dan Intuit anjlok sekitar 11 persen setelah beberapa sesi. Berbeda dengan arus turun ini, Palantir justru membalikkan tren dengan lonjakan hampir 7 persen setelah laporan kuartalan yang solid.
Sementara itu, sektor kesehatan juga menimbang dampak AI terhadap penjualan dan biaya. Novo Nordisk, produsen Wegovy, mengingatkan potensi penurunan pendapatan tahunan yang tajam, membuat sahamnya anjlok hampir 15 persen. Pesaingnya seperti Eli Lilly turun sekitar 3,9 persen, sementara Structure Therapeutics saat ini turun 6,75 persen karena respons pasar terhadap data obat obesitas.
Di akhir sesi, Walmart berhasil naik sekitar 3 persen menjadi contoh ritel fisik pertama yang mencapai valuasi pasar USD1 triliun, menandakan bahwa diversifikasi bisnis masih menjadi strategi kunci. Secara umum, investor menilai kombinasi antara pertumbuhan laba yang moderat dan kekuatan kas ritel sebagai penahan volatilitas di tengah sentimen AI yang berubah-ubah.