
Di tengah dinamika pasar minimarket yang makin kompetitif, Alfa Group menegaskan prioritas utamanya adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Transformasi perilaku konsumen yang semakin mengandalkan layanan digital mendorong perusahaan untuk memperkuat kedua kanal—the jaringan toko fisik dan layanan online. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari penelaahan mendalam terhadap langkah-langkah strategis yang diambil perusahaan pasca RUPST pada Kamis, 4 Juni 2026.
Solihin, Corporate Affair Director Alfamart, menegaskan bahwa fokus utama tidak bergeser meski ada kehadiran pelaku baru seperti KDMP. Ia menilai bahwa KDMP beroperasi di segmen pasar yang berbeda dan tidak menghadirkan ancaman langsung terhadap kinerja Alfamart maupun Alfamidi. Menurutnya, menyikapi perubahan perilaku konsumen tetap menjadi prioritas utama dengan memperkuat kualitas pelayanan.
Lebih lanjut, Solihin menegaskan bahwa upaya peningkatan pelayanan mencakup peningkatan kenyamanan di toko, kelengkapan produk, harga kompetitif, serta optimasi layanan pesan antar. Kedua kanal offline dan online dipersatukan dalam strategi untuk menjaga kepuasan pelanggan dan menjaga posisi Alfamart di pasar ritel modern Indonesia.
Dalam diskusi dengan mitra dan pemangku kepentingan, Alfamart menegaskan keterbukaan terhadap kerja sama dengan berbagai pihak, meskipun hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari KDMP. Keinginan untuk kolaborasi tetap ada sebagai cara memperluas layanan tanpa mengorbankan fokus operasional.
Sementara itu, Alfamidi menekankan bahwa setiap pelaku usaha memiliki model bisnis, segmen pasar, dan target yang berbeda sehingga kedua entitas bisa saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Pandangan ini menekankan fleksibilitas strategi dan kemitraan yang saling menguntungkan tanpa menimbulkan tumpang-tindih yang merugikan konsumen.
Corporate Secretary Alfamidi juga menekankan kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah serta perundang-undangan yang berlaku. Ia menegaskan belum ada dampak material terhadap kinerja Alfamidi terkait KDMP dan tidak ada penutupan gerai akibat kehadiran koperasi tersebut, dengan fokus pada pelayanan dan harga yang kompetitif.
Pelayanan pelanggan menjadi fokus utama, mencakup kenyamanan, kebersihan, kelengkapan barang, serta harga yang kompetitif, disertai optimalisasi layanan pesan antar untuk memenuhi kebutuhan konsumen modern. Perbaikan berkelanjutan pada pengalaman berbelanja menjadi pondasi strategi jangka menengah Alfamart dan Alfamidi dalam menjaga loyalitas pelanggan.
Solihin menekankan bahwa perubahan perilaku konsumen yang makin mengandalkan kanal digital mendorong investasi dalam infrastruktur layanan online. Upaya digitalisasi diharapkan mempercepat kemudahan berbelanja, menambah pilihan pembayaran, dan memperkuat loyalitas melalui program-program pelayanan pelanggan.
Secara keseluruhan, tidak ada dampak penutupan gerai terkait KDMP, dan kinerja Alfamidi disebut belum terdampak secara material. Oleh karena itu manajemen melihat peluang kerja sama sebagai potensi pertumbuhan tanpa mengganggu stabilitas operasional saat ini.